Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat menjadikan momentum Idul Fitri 1446 H sebagai simbol persatuan dan toleransi beragama.
"Saya mengimbau kepada kita semua, Shalat Idul Fitri itu kan sunah, yang wajib itu adalah persatuan. Kalau misalnya ada yang mengaku menyaksikan bulan atau bermazhab (aliran) lain, mari kita sepakat, satukanlah Idul Fitri ya sebagai simbol keutamaan persatuan bersama umat Islam Indonesia," katanya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan hal tersebut setelah memimpin Gema Takbir Akbar Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, untuk merespons beberapa tempat ibadah di Indonesia yang sudah melaksanakan Shalat Idul Fitri hari ini.
Ia menegaskan Idul Fitri salah satu bentuk toleransi yang perlu diwujudkan dalam bermasyarakat dan bernegara di Republik Indonesia.
"Bagi yang shalat hari ini, itu hak asasi mereka, tetapi kita sudah mengimbau bahwa dalam posisi minus 3 derajat itu, tidak mungkin bisa melihat bulan, namun sekali lagi, kita tidak bisa mencegah mereka kalau itu merupakan hasil iktikad (keyakinan), karena negara kita ini adalah negara yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi," ujar dia.
Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal itu, juga mengimbau jamaah yang akan mengikuti Shalat Id pada Senin (31/3), untuk datang lebih awal dan menunaikan Shalat Subuh berjamaah, kemudian melantunkan takbir bersama.
"Kepala negara dan para pejabat tinggi itu akan datang di sini pukul 06.30 WIB, diharapkan pukul 07.00 WIB sudah mulai rangkaian Shalat Idul Fitri dilaksanakan. Kami mengimbau supaya jamaah datang lebih awal di Masjid Istiqlal, sehingga nanti kita bisa bertakbir lama-lama," katanya.
Baca juga: Dubes Husin berharap momen lebaran pererat silaturahmi WNI
Ia juga berpesan kepada seluruh umat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai salah satu kesempatan menebarkan kebaikan-kebaikan yang telah dipupuk selama sebulan penuh.
"Kita juga berikrar bahwa kita akan melanjutkan tradisi kualitas agama kita yang lebih rapi dan bagus dalam bulan Ramadhan, semoga ini berkelanjutan meski Ramadhan telah selesai," katanya.
Baca juga: Polresta Mataram melibatkan ratusan personel amankan pawai takbiran
Ia juga berterima kasih kepada jamaah Masjid Istiqlal yang semakin meramaikan ibadah selama Ramadhan.
"Rangkaian shalat-shalatnya tidak pernah seperti ini, mungkin inilah Istiqlal tahun yang paling ramai di dalam pelaksanaan Shalat Qiyamul Layl (sepertiga malam) seperti iktikaf sepuluh hari terakhir itu penuh sampai ke lantai lima, ada 150 sampai 200 ribu orang," katanya.