Jalan pinggir Sungai Ancar Mataram dibangun, Lingkungan lebih tertata

id Dinas PUPR,Kota Mataram,bangun jalan ,kali Ancar

Jalan pinggir Sungai Ancar Mataram dibangun, Lingkungan lebih tertata

Kondisi pinggir Sungai Ancar Karang Kemong, Cakranegara, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pascabanjir akan dibangun jalan. Kamis (18/9-2025). ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera membangun jalan di pinggir Sungai Ancar Lingkungan Karang Kemong untuk memperbaiki kondisi lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan tertata setelah banjir pada 6 Juli 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Kamis, mengatakan dalam konsepnya jalan akan dibangun bersamaan dengan pembangunan talud dan jembatan permanen yang sudah rusak akibat banjir.

"Khusus untuk jalan, kami sudah alokasikan anggaran Rp400 juta melalui APBD perubahan 2025," kata Lale yang ditemui di sela memantau pembangunan jembatan sementara di Lingkungan Karang Kemong, Kecamatan Cakranegara,

Baca juga: Mataram Akan Bangun Jalan Pinggir Kali Ancar - (d)

Ia mengatakan untuk pembangunan jalan diprioritaskan pada bagian selatan sungai, karena badan jalan sudah terbentuk. Panjang jalan di pinggir sungai yang akan dibangun sekitar 400 meter dengan lebar 4,5 meter.

Selain membangun badan jalan, dengan anggaran Rp400 juta itu juga untuk melakukan perbaikan gorong-gorong dan drainase yang rusak akibat memasukkan alat berat saat penanganan banjir.

"Waktu itu kami tidak punya pilihan, alat berat kami masukkan untuk evakuasi dalam menangani sampah sungai setelah banjir. Jalan dan gorong-gorong banyak rusak, dan itu jadi tanggung jawab kami untuk memperbaiki kembali," katanya.

Baca juga: Camat Sekarbela Mataram mengusulkan perbaikan talud Kali Ancar atasi banjir

Ia berharap dengan pembangunan jalan di pinggir sungai tersebut bisa sebagai langkah mencegah adanya bangunan di pinggir kali yang dapat berisiko ketika terjadi peningkatan debit air sungai akibat hujan deras.

Selain itu, dengan adanya jalan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus bisa menjaga kebersihan di sempadan serata aliran sungai.

"Kalau sudah ada jalan di pinggir sungai, kawasan sempadan bisa lebih tertata rapi dan bersih," katanya.

Menyinggung tentang penataan sempadan sungai di bagian utara, Lale mengatakan untuk bagian utara belum bisa dilakukan, karena butuh pembebasan lahan.

Rata-rata warga yang tinggal di bagian utara Sungai Ancar, memiliki sertifikat tanah sampai pada bangunan yang memang dibangun warga.

"Karena itu, untuk pembangunan jalan kami prioritaskan bagian selatan sungai," katanya.

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.