Pasangan muda WNI rayakan pernikahan di Karnaval Aliday

id Andrew Budiman dan Amelia Materina di antara peserta nikah massal

Pasangan muda WNI rayakan pernikahan di Karnaval Aliday

Andrew Budiman dan Amelia Materina di antara peserta nikah massal pasangan muda dari China dan beberapa negara lain di karnaval Aliday di Kota Hangzhou. (M. Irfan Ilmie)

Mataram (ANTARA) -  Pasangan muda asal Indonesia mendapatkan kesempatan merayakan pernikahan massal di karnaval Aliday di Kota Hangzhou, China, Jumat.

Andrew Budiman 28dan Amelia Materina mengikuti prosesi pernikahan bergaya Tiongkok bersama 101 pasangan muda dari ChinaIndiaBrazilPortugaldan sejumlah negara lain.

"Ini menjadi pengalaman yang sangat mengesankanmenikah dengan wanita yang sangat saya sayangi dengan perayaan yang sangat spesial," kata Andrew yang bekerja di Alibaba Indonesia sebagai "software engineer" itu.

Andrew dan Amelia menikah secara agama dan hukum pada 1 Desember 2018 di Daerah asalnya PematangsiantarSumatera Utarasetelah saling mengenal cukup lama sejak keduanya masih kuliah di Universitas Bina Nusantara.

Keduanya juga menggelar resepsi pernikahan di Jakarta delapan hari setelah prosesi di Pematangsiantar.

"Dua bulan sebelum acara ini saya menerima email dari HRD mengenai kesempatan bergabung pada nikah massal di Aliday. Saya dan istri tidak menyiakan kesempatan ini" kata pria yang sudah delapan bulan bergabung dengan perusahaan terkemuka di bidang e-dagang global itu.

Semua biayatermasuk transportasitata riaspakaian adat khas Tiongkok dominan warna merahdan bulan madu berunsur teknologi mutakhir ditanggung Alibaba.

Yang lebih mengesankan102 pasangan yang menikah massal pada perayaan Aliday mendapatkan wejangan dari Jack Ma sebagai pendiri Alibaba.

Karnaval Aliday menjadi agenda rutin setiap tanggal 10 Mei yang digelar sejak 2005 untuk menyulut semangat kerja di antara orang-orang yang terlibat di Alibaba atau disebut dengan Aliren.

Aliday menjadi perayaan semangat kerja tim dan profesionalisme serta kekerabatan Aliren saat penyakit SARS mewabah pada 2003 yang memaksa para karyawan Alibaba bekerja di rumah masing-masing agar terhindar dari paparan penyakit menular itu.

Angka 102 yang diatribusikan pada jumlah pasangan melambangkan visi Alibaba pada 102 tahun sebagai perusahaan.

Hingga 2018 Alibaba memiliki karyawan lebih dari 100 ribu orang yang tersebar di seluruh dunia. Ribuan karyawan dan keluarganya tumpah ruah pada perayaan Aliday di Ibu Kota Provinsi Zhejiang itu.

Dalam perayaan tersebutsetiap pasangan mengucap janji setia yang kemudian mereka gambarkan dalam sebuah gembok besi yang mereka kunci bersama di pagar jembatan. Kedua mempelai lalu melemparkan masing-masing anak kunci dari genggamannya ke aliran sungai di bawahnya.

Setiap tahun Alibaba memfasilitasi karyawannya di seluruh dunia yang usia pernikahannya tidak lebih dari enam bulan untuk mengikuti karnaval tersebut.