Petenis dunia asal Ceko Pliskova menangkan Italia Open

id Karolina Pliskova

Petenis dunia asal Ceko Pliskova menangkan Italia Open

Tennis - WTA Premier 5 - Italian Open - Foro Italico, Rome, Italy - May 19, 2019 Czech Republic's Karolina Pliskova kisses a trophy as she celebrates winning the final against Britain's Johanna Konta REUTERS/Matteo Ciambelli (REUTERS/STRINGER)

Mataram (ANTARA) - Karolina Pliskova menghapus impian Johanna Konta menjuarai turnamen tenis lapangan tanah liat dengan menang 6-3 6-4 pada final Italia Open pada Minggu.

Petenis nomor tujuh dunia asal Ceko itu tidak kehilangan satu pun game saat memegang servis ketika memastikan gelar tanah liat ketiga dalam karirnya dan yang pertama di Roma dalam tempo satu jam 25 menit.

Konta yang menjadi petenis nomor satu Inggris menciptakan kejutan dalam meretas jalan ke final setelah menumbangkan dua petenis yang pernah menjuarai Grand Slam --Sloane Stephens dan Venus Williams, selain juara Madrid Open Kiki Bertens.

Namun dia kesulitan menghadapi servis petenis Ceko ketika Pliskova mencatat kemenangan ketujuh dalam delapan pertemuannya dengan Konta. Hasil di Roma ini membuat Pliskova menjadi unggulan nomor dua pada Prancis Terbuka bulan ini selain naik ke peringkat kedua dalam ranking dunia yang dirilis Senin esok.

"Saya agak sedikit gugup hari ini, ini pertandingan final sehingga Anda harus bagus. Jo memperagakan permainan hebat sehingga dia sangat menyulitkan saya," kata petenis asal Ceko itu seperti dikutip Reuters.

Mengenai peluangnya di Roland Garros, dia berkata, "Saya cuma berharap saya bisa memainkan pertandingan seperti di sani di Paris nanti. Saya kira akan ada peluang bagi saya jika saya bermain seperti ini tetapi akan banyak lawan tangguh yang akan menampilkan permainan tenis yang bagus di tanah liat."

Sementara itu Konta mengaku senang tahun ini mengalami kemajuan pada setiap pertandingan.

"Lolos ke final di sini adalah final terbesar kedua saya setelah Miami, ini momen besar bagi saya," kata dia seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Arantxa Sanchez: Osaka tertekan akibat ketenaran instan