Sapi kurban kabur sejauh satu kilometer saat hendak disembelih

id sapi kabur saat mau dipotong

Sapi yang kabur, lari di jalan raya di Batu Ampar, Balikpapan (istimewa)

"Kami kira malah sapi ini yang paling gampang ditangani. Eh, sekalinya pas mau dipotong berontak sampe lari"

Balikpapan, (ANTARA) - Seekor sapi milik warga yang akan berkurban di RT28 Kelurahan Batu Ampar, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur sempat kabur dan berlarian di jalan raya saat akan disembelih, Minggu.

“Ini sapi yang ketiga mau kami potong. Kami kira malah sapi ini yang paling gampang ditangani. Eh, sekalinya pas mau dipotong berontak sampe lari,” kata Hamdan, warga RT28 dan juga anggota panitia kurban di Masjid Al Hijrah, Batu Ampar. Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan di Balikpapan, Minggu.

Sapi setinggi rata-rata orang dewasa itu juga sempat menerjang dan menyeruduk warga yang akan menjagalnya. Setelah itu, sapi lari ke jalan raya dan terus berlari searah lalu lintas hingga lebih kurang satu kilometer dari masjid.

Pihak panitia dan warga pun sempat panik sebelum akhirnya mengejar sapi itu.

Ketika sapi masuk ke arah lahan kosong dengan belukar, dirinya bersama warga yang mengejar sempat pasrah. Namun, sapi itu kembali berlari ke arah jalan.

“Eh dia kemudian kembali ke jalan, jadi kami kejar lagi, dan akhirnya masuk halaman rumah orang,” kata dia.

Ia menyebut sapi yang stres dan kelelahan itu berhasil ditangkap kembali. Panitia kurban kemudian membawanya ke lingkungan masjid dengan menggunakan mobil bak terbuka.

“Kami kasih minum dan makan dulu. Biar nanti saja dipotongnya,” kata Hamdan.

Sapi yang kabur ini satu dari ribuan sapi dan kambing berbagai ukuran sebagai hewan kurban dari warga pada Idul Adha 1440 Hijriyah.

Sampai menjelang Hari Raya Kurban, akhir pekan lalu, seekor sapi berharga antara Rp15 juta-Rp17 juta, selain juga tergantung ukuran tubuh dan bobotnya.

Cerita warga terkait dengan sapi kabur saat akan mau dipotong itu menjadi selingan dari kerepotan panitia kurban di Balikpapan dalam menyediakan besek sebagai wadah daging yang dibagikan kepada warga. Besek bukanlah barang yang gampang didapat di "Kota Minyak" tersebut.

“Tahun ini kami pakai kantong plastik ramah lingkungan saja dulu,” kata Slamet, anggota panitia kurban di Masjid At Taqwa, Klandasan, Kota Balikpapan. Masjid itu letaknya tidak jauh dari Balai Kota Balikpapan. 



 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar