Nokia menilai jaringan 5G modal ekonomi digital Indonesia

id Kepala Nokia Indonesia KP Goh

Kepala Nokia Indonesia KP Goh (kanan) dan Kepala Teknologi 5G Nokia Brian Cho melambaikan tangan sebagai simbol 5G dalam acara Nokia 5G Innovation Day di Jakarta, Kamis (15//8/2019). (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Mataram (ANTARA) - Perusahaan telekomunikasi global Nokia melihat penerapan jaringan telekomunikasi generasi terbaru 5G akan menjadi modal ekonomi digital Indonesia di Asia Tenggara sesuai dengan perkembangan industri 4.0.

"(Jaringan) 5G akan membantu ekonomi dan pertumbuhan Indonesia," kata Kepala Nokia Indonesia KP Goh dalam acara Nokia 5G Innovation Day di Jakarta, Kamis.

Indonesia, lanjut Goh, akan menerapkan jaringan 5G di kawasan Asia Tenggara menyusul penerapannya pada sektor manufaktur, seperti otomasi mesin dan dalam ekosistem Internet of Things (IoT).

Kepala Teknologi 5G Nokia, Brian Cho, menilai jaringan 5G dapat diterapkan di sektor ekonomi yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam Industri 4.0, yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik dan biokimia.

Baca juga: Pelanggan 5G diprediksi tembus 1,9 miliar pada 2024

Penggunaan jaringan 5G dalam industri manufaktur, menurut Cho, dapat membantu perusahaan untuk memperbaiki kualitas produk ataupun mencapai efektivitas biaya produksi, dibandingkan ketika belum menerapkan jaringan 5G.

"(Jaringan) 5G sejalan dengan industri 4.0 di Indonesia," kata Cho.

Cho menambahkan jaringan 5G membantu Indonesia mewujudkan ambisi sebagai kekuatan terbesar ekonomi Asia Tenggara pada 2020.

Pemerintah memperkirakan transaksi ekonomi digital di Indonesia mencapai Rp2 triliun pada 2020.
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar