Tujuh lagi lifter positif gunakan doping, dua dicoret

id lifter putri

Lifter Filipina Hidilyn Diaz bersiap melakukan angkatan 'snatch' angkat besi putri grup A nomor 53 kg Asian Games ke-18 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Lifter Filipina Hidilyn Diaz meraih medali emas dengan total angkatan 207 kg. (ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi)

Mataram (ANTARA) - Tujuh lifter Rusia, termasuk dua yang sudah dicoret dari daftar peraih medali OIimpiade, dituduh menggunakan doping sehingga total sudah 12 atlet angkat besi Rusia selama pekan ini yang dituduh doping, kata para pejabat seperti dikutip AFP.

Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) mengungkapkan ketujuh lifter itu adalah Dimitriy Lapikov, Chingiz Mogushkov, Adam Maligov, Magomed Abuev dan Maksim Sheyko, serta dua lifter putri, yakni Nadezda Evstyukhina dan Yuliya Konovalova.

Lapikov dan Evstyukhina sebelumnya sudah dilarang tampil dan medali perunggu Olimpiade 2008 yang mereka raih telah dicopot.

Semuanya sudah dilarang tampil menyusul berlanjutnya laporan eksplosif McLaren terhadap doping disponsori negara di Rusia.

Selasa pekan ini, lima lifter Rusia, termasuk peraih medali perunggu Olimpiade 2012, sudah lebih dulu dilarang tampil menyusul tes doping yang ditempuh laboratorium antidoping Moskow.

Baca juga: Terbukti doping, medali emas Olimpiade pegulat Uzbekistan ditarik

Ruslan Albegov, yang meraih medali perunggu Olimpiade London 2012 dan juara dunia 105 kg dua tahun kemudian, diskors bersama juara dunia angkat besi putri kelas 63 kg pada 2013,Tima Turieva.

Yang sebelumnya dikenai skors adalah David Bedzhanyan, Oleg Chen dan Egor Klimanov.

Skors kepada mereka dijatuhkan setelah analisis sampel darah mereka dari laboratorium antidoping Moskow.

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyatakan April lalu bahwa mereka telah mengambil 2.262 sampel dari laboratorium Moskow itu. Bulan lalu WADA menyatakan sekitar 300 atlet Rusia diduga teridentifikasi doping.

Sampai detik ini hanya dua federasi olah raga --Federasi Dwiatlon Internasional dan IWF -- yang menskors atlet berdasarkan data itu, demikian AFP.
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar