Sebanyak 41 pelajar tahfiz kluster tabligh sembuh dari COVID-19

id Malaysia,virus corona

Sebanyak 41 pelajar tahfiz kluster tabligh sembuh dari COVID-19

Petugas menyemprotkan desinfektan di jalan, sebagai langkah menekan penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (28/3/2020). (REUTERS/LIM HUEY TENG)

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Sebanyak 41 pasien positif COVID-19 dari kalangan pelajar tahfiz Madrasah Miftahul Ulum, Sri Petaling, Kuala Lumpur, yang berasal dari kluster tabligh telah sembuh dan keluar dari bangsal Rumah Sakit Canselor Tuanku Mukhriz (HCTM).

"Mereka merupakan sebagian dari pasien positif COVID-19 dari kluster tabligh yang sebelum ini dikarantina di Institut Sosial Malaysia dan dimasukkan ke HCTM pada 2 April 2020," ujar Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah di Kuala Lumpur, Minggu.

Para pelajar tersebut adalah pelajar lelaki berumur dari 14 hingga 29 tahun.

"Mereka telah terjangkit COVID -19 saat menghadiri pertemuan keagamaan di Masjid Sri Petaling pada awal Maret 2020 dan juga dari sekitar masjid setelah pertemuan," katanya.

Mereka semua tidak mengalami simptom apapun dan dua tes swab saringan awal pada pertengahan Maret dan pada 24 Maret adalah negatif.

"Mereka telah dikarantina di Institut Sosial Malaysia dan pada 2 April, keputusan ujian swab ke tiga yang di ambil pada 30 Maret adalah positif COVID-19. Para pelajar seterusnya dimasukkan ke HCTM bagi perawatan lanjut," katanya.

Perawatan di HCTM berjalan lancar dan hanya seorang daripada mereka mengalami simptom batuk pada 5 April 2020 dan diberikan perawatan hydrochloroquine.

"Semua telah sembuh sepenuhnya dan dibenarkan keluar pada hari ini 12 April 2020," katanya.

Dari aspek pengobatan, ujar dia, saringan untuk diagnosis dan perawatan awal amatlah penting bagi memastikan pasien positif COVID 19 berpeluang sembuh sepenuhnya.

"Kelompok pelajar ini merupakan pesakit pada usia muda. Justru proses penyembuhan dan prognosis mereka adalah lebih baik dibanding pasien yang berusia ataupun yang menghidap penyakit kronik lain seperti hipertensi atau kencing manis," katanya.