Geger! mayat bayi bermandikan darah terbungkus plastik ditemukan di sumur umum

id Bayi,Loteng

Geger! mayat bayi bermandikan darah terbungkus plastik ditemukan di sumur umum

Warga Desa Dermaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Minggu, digegerkan dengan penemuan mayat bayi di sebuah tempat sumur umum desa setempat.

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Warga Desa Dermaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Minggu, digegerkan dengan penemuan mayat bayi di sebuah tempat sumur umum desa setempat. 

Kasus penemuan mayat bayi yang sengaja diduga dibuang orang tuanya, karena hasil hubungan gelap itu sudah ditangani oleh pihak Polres Lombok Tengah. 

"Mayat bayi itu diperkirakan sengaja dibuang setelah setelah dilahirkan, karena mayat bayi masih berlumur darah dan darah tersebut belum kering," ujar Kapolsek Kopang, AKP Putu Waicake kepada wartawan, Minggu.

Ditegaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan sementara di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mayat bayi tersebut diperkirakan lahir satu atau dua jam sebelum dibunuh dan dibuang. 

Mayat bayi itu diduga merupakan hasil hubungan gelap  dari pelaku, sehingga membuang bayinya dengan maksud dan tujuan untuk menghilangkan aib mereka.

"Sebelum dibuang terlebih dahulu dibunuh, karena di tubuh bayi terdapat luka seperti bekas tusukan benda tajam," jelasnya.

Disampaikan, mayat bayi itu ditemukan pertama kali oleh saudara Agus Furnadinata dan Muhali Fikri yang mana sebelumnya sekitar pukul 23.00 wita para saksi pada saat hendak pulang kerumahnya dan melihat bungkusan plastik hitam yang berisikan mayat bayi tersebut akan tetapi mereka tidak membukanya.

"Pada pagi pukul 05.30 wita saksi  mengecek dan membuka kantong plastik tersebut, ternyta berisi mayat bayi," ujarnya. 

Selanjutnya, atas informasi dari warga pihaknya langsung turun ke TKP melakukan evakuasi terhadap maya bayi tersebut dan olah TKP untuk mendapatkan informasi terkait dengan pelaku pembuangan mayat bayi tersebut serta melakukan Lidik atas kasus tersebut.

"Pelaku nasih lidik," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar