Gara-gara tanya jalan dan disangka hendak mencuri, warga Montong Gading nyaris diamuk massa

id Mencuri,Warga

Gara-gara tanya jalan dan disangka hendak mencuri, warga Montong Gading nyaris diamuk massa

Istimewa

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Apes nasib Anwar (30) warga Lengkok Kecamatan Montong Gading dan Herman (30) warga Gunung Malang Desa Sukadana, Kecamatan Terara Lombok Timur, Sabtu (11/7) malam, sekitar pukul 21.00 WITA, nyaris diamuk massa lantaran salah komunikasi.

Anwar dan Herman malam itu masuk ke halaman rumah Terkini untuk menanyakan jalan ke arah simpang tiga Jurit, namun tuan rumah yang ditanya  tak menjawab, justru menuding kedua orang tersebut masuk ke halaman rumahnya untuk mencuri sepeda motor miliknya. 

Tetangga Turmuji yang mendengar ada keributan mereka berdatangan ke rumah Turmuji, sementara Herman rekan anwar yang melihat makin banyak warga yang berdatangan, langsung kabur menggunakan sepeda motornya, meninggalkan Anwar akibatnya memunculkan kecurigaan warga.

Namun, Anwar nyaris dihakimi warga, kalau petugas BKD tak segera datang ke TKP.

Anggota BKD yang melihat situasi makin memanas, langsung meminta bantuan anggota Polsek Pringgasela untuk mengamankan situasi.

Saat anggota polsek datang, Anwar langsung diamankan dari amukan massa ke polsek.

Kapolsek Pringgasela Zul Majdi melalui Kasubag Humas Polres Lotim Iptu L Jaharuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus keributan yang mengarah amukan massa, termasuk mengamankan satu orang yang jadi sasaran amukan massa ke Polsek.

"Memang benar ada kejadian keributan di dusun Sepolong desa Jurit, dan telah mengamankan satu orang warga diduga akan melakukan pencurian," ungkapnya 

Menurut Kasubag Humas untungnya amuk massa tidak sempat terjadi, karena yang diduga pencuri berhasil diamankan anggota BKD Desa Jurit.

"Begitu dapat laporan dari anggota BKD langsung menuju TKP, dan mengamankan terduga ke Polsek," katanya.

Jaharuddin menuturkan kronologis kejadian tersebut, Sabtu malam dua orang yang diduga mau melakukan pencurian sepeda motor ini, memasuki halaman rumah Turmuji warga dusun Sepolong, yang menurutnya mau datang bertanya arak menuju simpang Tiga Jurit.

Namun oleh tuan rumah tak dijawab, justru kedatangan kedua orang tersebut mau mencuri sepeda motornya yang di parkir di halaman rumah saat itu.

"Karena sempat cekcok, tetangga Turmuji berdatangan,yang membuat salah seorang Rekan Anwar melarikan diri," sebutnya.

Karena rekan korban yang melarikan diri itulah, kecurigaan warga makin besar, kalau kedua orang itu  mau melakukan pencurian.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan, termasuk mencari Herman rekan anwar yang sempat melarikan diri tersebut," jelasnya.