Satu meninggal dua kritis, mobil operasional BPBD Lombok Timur vs truk di Pringgabaya

id Mobil

Satu meninggal dua kritis, mobil operasional BPBD Lombok Timur vs truk di Pringgabaya

Mobil operasional TRC  Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Timur, Rabu (6/1), bertabrakan dengan truk di jalan umum Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya akibatnya satu tewas dan dua kritis serta dua luka ringan.

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Mobil operasional TRC  Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Timur, Rabu (6/1), bertabrakan dengan truk di jalan umum Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya akibatnya satu tewas dan dua kritis serta dua luka ringan.

Dari sumber yang dikumpulkan Mataram Antaranews, mobil operasional itu hendak melakukan tindakan assesment, kejadian banjir di Kecamatan Sambelia.

Dua korban kritis dan satu luka ringan dirujuk ke RDUP Mataram.

Adapun identitas tujuh korban dalam kecelakaan tersebut, yaitu M Zaini sopir meninggal dunia. Dua korban kritis atas nama Bambang dan Habibi, Satu orang korban luka berat atas nama Gusti (patah tulang) dan 3 korban luka ringan atas nama Mahdi Sofian, Husni Mubarok, dan Trisna.

Menurut PLT  Plt Dirut RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr Tantowi Jauhari mengatakan, dua orang yang alami kritis akan  dirujuk ke RSUP Mataram untuk mendapatkan penanganan intensif lebih lanjut.

Korban kecelakaan mobil operasional BPBD Lotim tersebut, sempat dikunjungi Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi, bersama Kabid kadaruratan dan logistik ke RSUD dr Soejono Selong.

Kepala bidang Kedaruratan dan.logistik BPBD Lotim Iwan Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan stafnya mengalami kecelakaan tabrakan di jalan umum Bagik Papan, saat akan menjalankan tugas melakukan asisten kasus laporan dugaan banjir di Sambelia.

"Mereka ini alami kecelakaan saat menjalankan tugas, seluruh biaya ditanggung pemkab, sampai kesemuanya sehat walafiat," katanya.

Kasat lantas Polres Lotim melalui Kanit Laka Lantas Ipda Dira saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih  melakukan olah TKP.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar