Mataram, (Antara) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram menyalurkan sebanyak 60 unit gerobak dorong kepada pemilik Usaha Kecil Menengah untuk meningkatkan kualitas penjualan bagi para pengusaha kecil menengah.
"Adanya gerobak dorong ini, UKM bisa lebih menata diri dari segi tampilan, kebersihan, kerapian, kenyamanan dan keamanan dagangannya," kata Kepala Bidang Bina Usaha Diskoperindag Kota Mataram, Hj B Sujihartini di kantornya, Selasa.
Dikatakannya, selama ini para pemilik UKM menjajakan dagangannya dengan alat dan perabotan seadanya. Kondisi itu tentu, dapat membuat para pembeli enggan untuk berbelanja.
"Dengan adanya bantuan ini, diharapkan pemilik UKM bisa tampil lebih rapi dan yang terpenting memberikan kesan "higienis", sehingga bisa menarik pembeli," katanya.
Menurutnya, UKM yang mendapatkan bantuan ini adalah UKM yang sudah menjalankan usahanya, bukan UKM yang baru mau mulai berusaha.
Dikatakannya, dana pembuatan bantuan gerobak dorong itu bersumber dari APBD murni Kota Mataram tahun 2013 dengan total anggaran sebesar Rp190 juta.
"Pengadaan gerobak dorong kepada UKM ini merupakan program pertama dianggarkan, pada tahun sebelumnya UKM mendapatkan bantuan sebanyak 10 unit dari Pemerintah Provinsi NTB, sebagai motivasi daerah," katanya.
Ia mengatakan, jenis usaha yang diberikan bantuan gerobak dorong ini antara lain, pedagang nasi bungkus, gorengan, pedagang minuman (jus, kopi dan lainnya), dan pedagang bakso keliling.
"Desain dari gerobak dorong ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan jenis UKM, sehingga gerobak cocok digunakan untuk usaha apa saja, bahkan bagian bawah telah dibuatkan untuk menyimpan persediaan barang dagangan," katanya.
Hj Sujihartini berharap, bantuan itu dapat dimanfaatkan oleh para UKM sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ibu Rois salah seorang penerima bantuan, mengakui, sangat bersyukur dirinya manjadi salah satu penerima bantuan gerobak dorong.
Pasalnya, selama ini dirinya menjajakan dagangan minuman jus, pop es dan lainnya dengan menggunakan meja dan nampan.
"Setiap hari saya menganggkut dagangan ke depan SDN 21 Ampenan dengan perabotan seadanya, dengan adanya gerobak ini sangat membantu meringankan pekerjaan saya, sekaligus memberikan kesan yang bersih dan rapi saat berjualan," katanya.
Hal itu juga diungkapkan Sutarmo pedagang bakso keliling di pasar Kebon Roek, menyambuat baik program dari Pemerintah Kota Mataram.
"Saya sudah memimpikan memiliki sebuah gerobak bakso, karena gerobak bakso saya saat ini kondisinya sudah sangat parah," katanya.