Mataram (Antara Mataram) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyiapkan usulan penetapan Taman Nasional Tambora sebagai taman bumi atau geopark nasional, setelah mengetahui Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan ditetapkan menjadi geopark nasional, awal November 2013.
"Kami (NTB) mulai siapkan usulannya karena TNGR segera ditetapkan menjadi geopark nasional. Usulan ini akan disampaikan awal 2014 kepada Kementerian ESDM dan Kemparekraf," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Chaerul Maksul, di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan, usulan penetapan Taman Nasional Tambora menjadi geopark nasional itu, akan diikuti dengan permintaan bantuan asesor dari para ahli geologi untuk menyiapkan dokumen pendukung.
Dokumen pendukung untuk mendapatkan penetapan geopark nasional antara lain, data tentang hamparan geologi, hamparan biolog, data budaya, dan peran masyarakat dalam lokasi yang hendak dijadikan geopark nasional tersebut.
"Tentu NTB akan menyiapkan anggarannya untuk pembiayaan penyusunan dokumen, honor asesor, dan biaya lainnya, yang akan dialokasikan dalam APBD murni 2014," ujarnya.
Chaerul berharap, usulan penetapan Tambora sebagai geopark nasional itu cepat direspon agar penetapannya dapat terealisasi pada puncak peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, diagendakan 11 April 2015.
Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi telah meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815�2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-198 Pemerintah Kabupaten Dompu, 11 April 2013, yang digelar di halaman Kantor Bupati Dompu.
Program tersebut dihajatkan sebagai pengungkit kepariwisataan NTB yang kini telah dikenal dunia internasional.
Pada 16 Juni 2013, "grand lounching" program "Tambora Menyapa Dunia 1815-2015" itu dilakukan di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta.
Saat `grand lounching` itu, Menparekraf Mari Elka Pangestu menyatakan mendukung sepenuhnya pengembangan NTB sebagai sebagai salah satu dari 16 daerah destinasi unggulan pariwisata nasional.
NTB merupakan salah satu pintu gerbang pariwisata nasional selain sebagai penyangga pangan nasional. Karena itu, Kementerian Parekraf akan mendorong penyiapan infrastrukturnya.
Pemprov NTB pun makin gencar menyebarluaskan informasi tentang peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, agar diketahui berbagai kalangan sejak dini.
Pemprov NTB juga telah mengantongi "roadmap" atau pedoman teknis untuk menggelar peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora itu.
"Roadmap" itu merupakan acuan utama bagi instansi terkait untuk terlibat aktif dalam kegiatan memperingati dua abad meletusnya Gunung Tambora.
Terdapat tiga agenda besar dalam peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora, yakni kegiatan sosialisasi sekaligus promosi keunggulan Gunung Tambora, pengembangan situs dan daya tarik wisata, dan pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan dan pelabuhan laut.
Diyakini, pascapuncak peringatan Dua Abad Tambora, para arkelog dunia akan datang meneliti sejarah letusan Gunung Tambora.
Gunung Tambora atau Tomboro adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di dua kabupaten di Pulau Sumbawa, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi NTB. (*)