450 UKM dilibatkan pada MXGP Samota dan Lombok

id 450 UKM Dilibatkan MXGP Samota dan Lombok,MXGP Samota Sumbawa ,MXGP Selaparang Lombok

450 UKM dilibatkan pada MXGP Samota dan Lombok

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyuri (kiri). (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Sebanyak 450 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Nusa Tenggara Barat dilibatkan dalam menyukseskan perhelatan Motorcross Grand Prix (MXGP) yang akan diselenggarakan di dua tempat yakni di Samota Sumbawa dan Selaparang Lombok pada Juni dan Juli 2023 mendatang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyuri di Mataram, Selasa, mengatakan 450 UKM ini terdiri dari 250 untuk di Samota Sumbawa dan 200 untuk di Selaparang Lombok.

"Sudah diatur ada sebanyak 250 yang di Samota, sebagian besar dari Kabupaten di Pulau Sumbawa dan ada 20 UKM dari Lombok masuk disana. Di eks Selaparang ada yang kita fasilitas 200 UKM," ujarnya.

Ia mengatakan secara pengelolaan untuk di Samota Sumbawa diserahkan kepada Dinas Koperasi dan UKM Sumbawa. Begitu juga yang berada di eks Selaparang di atur oleh pemerintah daerah Kota Mataram.

"Tapi tetap sebagai koordinator dan mengkoordinir kami (Dinas Koperasi dan UKM NTB, red)," ujarnya.

Menurutnya fasilitasi UMKM ini ada yang diatur oleh pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dan ada juga yang di fasilitasi oleh penyelenggara atau event organizer (EO). Namun untuk stand UKM yang disediakan oleh EO berbayar.

"Artinya ada yang difasilitasi secara gratis untuk tempatnya oleh pemerintah dan ada juga yang disediakan oleh penyelenggara atau EO ada 50 UKM yang dijual saat ini. Tapi ini bisa masih berubah karena tergantung perkembangan. Tapi sekarang itu ada 50 yang berbayar," terang Masyuri.

"Untuk stand yang berbayar, kita kurang tahu berapa bayar-nya. Silahkan tanya sama EO-nya langsung, supaya informasi-nya tidak bias," sambungnya.

Masyuri mengatakan dari 450 UKM yang dilibatkan ini terbanyak bergerak di bidang kuliner. Selain itu juga ada kerajinan, topi, dan kain tenun.

"Jadi macam ragam sama saja dengan tahun lalu masih berkutat pada kuliner karena itu yang paling laku. Kalau yang lain kan kecil kemungkinannya, walaupun saya tahu ada juga UKM kita yang menjual kerajinan, topi, kain tenun ada juga yang laku, karena jumlahnya kita nggak banyak," katanya.