Wali Kota: HUT Ke-24 Momentum Tingkatkan Kinerja

id HUT Mataram

Wali Kota Mataram H Ahyar Abdul ketiak bertindak selaku inspektur upcvarab HUT ke24 Kota Mataram

Peringatan HUT ke-24 tahun Kota Mataram, menjadi momentum meningkatkan kerja keras untuk mewujudkan Mataram yang maju, religius dan berbudaya
Mataram,  (Antara)- Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, peringatan puncak HUT ke-24 Kota Mataram merupakan momentum meningkatkan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Peringatan HUT ke-24 tahun Kota Mataram, menjadi momentum meningkatkan kerja keras untuk mewujudkan Mataram yang maju, religius dan berbudaya," katanya seusai upacara peringatan HUT ke-24 Kota Mataram, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Ia mengatakan, diusia ke-24 Kota Mataram tugas pemerintah kota semakin berat sejalan dengan dinamikanya, sehingga peningkatan jumlah penduduk tentunya juga mempengaruhi tingkat pelayanan masyarakat.

Pada usia ke-24 Kota Mataram, kata wali kota, masih banyak memiliki pekerjaan rumah yang harus menjadi program prioritas. Pekerjaan rumah yang dimaksudkan antara lain masalah sanitasi.

"Kalau masalah infrastruktur jalan, Alhamdulillah semua jalan di kota ini hampir semua tuntas, untuk itu tahun depan kita mulai fokus ke sanitasi," katanya.

Di samping itu, masalah persampahan juga masih menjadi perhatian, karena hingga saat ini penanganan sampah di Kota Mataram baru dapat tertangani 72,50 persen.

Ia mengakui, untuk menangani sampah 100 persen memang sangat sulit bahkan dapat dikatakan tidak mungkin, sebab beberapa daerah yang dianggap berhasil menangani sampah juga belum mampu menangani hingga 100 persen.

Meskipun tahun ini, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran cukup besar mendukung peningkatan sarana dan prasarana kebersihan, salah satunya pemberian 325 unit kendaraan roda tiga untuk penanganan sampah rumah tangga.

"Untuk itu perlu pengawasan kinerja petugas lebih maksimal lagi, karena merubah perilaku masyarakat tidak mudah," katanya.

Dikatakan, salah satu persoalan yang menjadi tantangan pemerintah kota dalam penanganan sampah adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib membuang sampah pada tempatnya dan pada jam yang telah ditentukan.

Karenanya, hal itu harus ditangani bersama untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara bertahap tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan penanganan sampah yang baik dan benar.

"Untuk memberikan sanksi, kami belum bisa terapkan. Masyarakat lebih baik kita ingatkan, sosialisasi dan lakukan pendekatan guna menyasarkan masyarakat," katanya. (*)


Pewarta :
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar