Gubernur NTB apresiasi pemerintah pusat tangani stunting

id Gubernur NTB,TGB,Apresiasi pusat,stunting

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi.

Setelah kita melihat secara keseluruhan program ini tidak hanya datang dan sejak awal melibatkan elemen-elemen fungsi di masyarakat lokal, maka saya menilai Insya Allah program ini bisa bertahan dan menghadirkan maslahaat yang besar untuk masyarakat
Praya (Antaranews NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi mengapresiasi langkah pemerintah pusat bersama Bank Dunia dalam menangani kekerdilan pada anak atau stunting di daerah itu.

"Setelah kita melihat secara keseluruhan program ini tidak hanya datang dan sejak awal melibatkan elemen-elemen fungsi di masyarakat lokal, maka saya menilai Insya Allah program ini bisa bertahan dan menghadirkan maslahaat yang besar untuk masyarakat," ujarnya di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB, Kamis.

Hal itu disampaikanya dihadapan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim saat meninjau penanganan kekerdilan atau stunting.

Ia mengatakan jika melihat indikator human development index, seperti pendapatan, kesehatan dan pendidikan. Tersulit adalah membangun sektor kesehatan. Sebab, selama 10 tahun memimpin NTB, kata Gubernur yang akrab Tuan Guru Bajang (TGB) paling sulit adalah membangun sektor kesehatan.

"Dari beberapa indikator itu, membangun kesehatan itu paling sulit. Karena membangun kesehatan masyarakat itu tidak cukup dengan hanya dana dan program yang hebat tapi juga perlu membangun kesadaran," tegasnya.

Karena itu, ketika ada program pemeruntah pusat bekerjasama dengan Bank Dunia, membangun kesehatan masyarakat di NTB, salah satunya melalui program stunting, gubernur, mengaku sangat bersyukur. Apalagi setelah melihat keseluruhan program tersebut berjalan sangat berhasil.

"Tantangan NTB ini dari dulu adalah sebagai gudang program. Di mana awal-awal pimpinan LSM banyak jadikan NTB sebagai lahan untuk laksanakan program baik lokal atau bekerjasama dengan lembaga internasional tapi 90 persen tidak memiliki program sensibilitas.

Karena begitu program selesai, ya selesai semuanya. Yang punya program pulang pekerjanya pulang. Lalu apa yang hasilkan dari program itu tidak ada dinikmati masyarakat," jelas Gubernur.

Karena itu, kedepan tantangannya adalah bagaimana dari program yang sudah berjalan atau akan berjalan bisa menumbuhkan kesadaran di masyarakat, sehingga program itu bisa dinilai berhasil dan berkesinambungan.

"Insya Allah dari program ini berlanjut menumbuhkan kesehatan masyarakat di NTB," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar