Bima (ANTARA) - Festival Sangiang Api (FSA) 2025 lestarikan budaya kuliner lokal Kadodo Wera, (Dodol Wera), Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu.
Pantauan ANTARA, kegiatan ini dimulai pada pukul 07.00 Wita dengan dihadiri 10 perwakilan desa se-Kecamatan Wera. Masing-masing perwakilan tampak, beradu cepat untuk mengaduk adonan kuliner khas yang melegenda tersebut hingga matang. Sementara penonton sangat antusias, memberikan yel-yel, teriakan untuk menyemangati para peserta.
Ketua Ikatan Keluarga Wera Nusantara (IKRA) Prof Muhtar mengakui bahwa ini merupakan ciri khas atau identitas masyarakat Wera.
"Kadodo Wera adalah ciri khas dan akan terus dijaga kedepannya," bebernya.
Baca juga: Puluhan ribu penonton hadiri babak final lomba sampan FSA 2025 di Bima
Ia menjelaskan, Kadodo Wera merupakan salah satu ciri khas daerah yang terus dijaga dengan baik.
"Kadodo Wera memiliki citarasa yang berbeda dan tentunya diharapkan bisa terus berkembang hingga nasional," harapnya.
Guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS) ini, mengaku sangat senang dengan antusias masyarakat yang hadir dalam Festival Sangiang Api.
"Antusias masyarakat sangat bagus. Awalnya kami hanya target 5 ribuan orang akan tetapi yang hadir sangat banyak," terang Prof Muhtar.
Baca juga: Bupati Bima komitmen bawa Festival Sangiang Api ke KEN tahun 2026
Sementara itu, Kepala Desa Sangiang Arasit H. Imran, mengaku sangat senang lewat FSA kuliner khas dan kebanggaan masyarakat Wera ini bisa ditampilkan secara langsung cara pembuatannya di depan umum.
"Semoga dengan kegiatan ini, Dodol Wera semakin dikenal dan bisa dilestarikan terutama oleh para generasi Wera," paparnya.
Hal yang sama pun disampaikan, Kades Ntoke Muhidin. "Alhamdulillah pada hari ini kami dari Desa Ntoke ikut berpatisipasi dalam lomba Kango Kadodo Wera," pungkasnya.
Baca juga: Kemenpar promosikan Festival Sangiang Api 2025 di Bima
Baca juga: IKRA dan Pemkab Bima matangkan penyelenggaraan Festival Sangiang Api 2025
Baca juga: Festival Sangiang Api 2025 di Bima bakal masuk KEN
Baca juga: Festival Sangiang Api 2025 butuh dukungan Gubernur NTB