Belasan pasangan muda-mudi diduga berbuat mesum terjaring razia

id razia penginapan

Belasan pasangan muda-mudi diduga berbuat mesum terjaring razia

Belasan pasangan muda-mudi diperiksa petugas yang tergabung dalam tim opsgab di Kantor Gubernur NTB, Jumat (3/5/2019). (Foto Antara/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Sebanyak belasan pasangan muda-mudi yang diduga hendak berbuat mesum dari tempat penginapan dan kos-kosan di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terjaring dalam razia yang digelar Tim Operasional Gabungan (Opgab) dari kalangan Satpol PP NTB, Polres Mataram, BNN dan juga TNI, Jumat.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP NTB Lalu Ahmad Sukarman yang ditemui usai pengamanan di Kantor Gubernur NTB, Jumat, mengatakan, pasangan muda-mudi tanpa status pernikahan ini diamankan sedang berduaan dan diduga hendak berbuat mesum dari dalam kamar penginapan dan kos-kosan.

"Ada yang masih pelajar, mahasiswa, ada juga yang dewasa tapi tanpa hubungan pernikahan. Mereka semua diamankan dari 'homestay', hotel, dan juga kos-kosan," kata Sukarman.

Sementara itu, Kabag Operasional Polres Mataram Kompol Taufik yang juga ikut turun bersama tim opgab, menjelaskan, razia ini merupakan tindak lanjut dari adanya aduan masyarakat dan juga laporan tim intelijen di lapangan.

"Jadi semua tempat yang kita sambangi ini hasil dari aduan masyarakat," kata Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa belasan pasangan muda-mudi tanpa status pernikahan ini akan diberikan sanksi berdasarkan peraturan daerah.

"Jadi nantinya kita panggil keluarganya dan berikan sanksi wajib lapor. Mungkin dalam tiga pekan, kita berikan sanksi wajib lapor dan membuatkan mereka surat pernyataan tidak melakukan lagi," ujarnya.

Selain mengamankan dan memberikan peringatan, tim opgab dari petugas BNN juga melakukan tes urine terhadap belasan pasangan muda-mudi tersebut.

"Untuk tes urine ini akan dilakukan rekan-rekan dari BNN, jadi ini maksudnya tim opgab itu, kita lengkap semua, dari TNI juga ikut," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar