Wapres meresmikan wisma hasil program PLN Peduli di Sumbawa

id Dea Malela,PLN Peduli di Sumbawa,program PLN Peduli,hasil program PLN Peduli

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah), meresmikan berbagai fasilitas bantuan dari PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Kabupaten Sumbawa, NTB, Sabtu (3/7/2019). (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meresmikan berbagai fasilitas bantuan dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui program PLN Peduli di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu.

Salah satu fasilitas yang diresmikan adalah gedung wisma ustaz.

Dalam kesempatan itu, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah membantu pembangunan fasilitas di PMI Dea Malela.

"Terima kasih karena telah secara bergotong royong untuk membangun fasilitas di pesantren ini," kata Wapres yak akrab disapa pak JK itu.

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea Malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional.

"Sehingga Indonesia dapat menjadikan contoh pendidikan Islam dalam menjawab segala tantangan dan harapan bangsa" ucap JK.

Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Din Syamsuddin, menyampaikan terima kasihnya kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan.

"Bangunan Wisma Ustaz merupakan bantuan dari PLN, maka dari itu dinamakan The Power Building," ujarnya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka, berharap bantuan yang diberikan oleh PLN dapat bermanfaat bagi aktifitas pendidikan di PMI Dea Malela dan masyarakat.

"Ustaz ini memiliki peran penting dalam proses pendidikan di pesantren. Kami berharap keberadaan fasilitas wisma ini akan memberikan kenyamanan kepada para pengajar, sehingga dapat lebih semangat dalam mendidik para siswa," ucap Rudi.

Selain itu, melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN juga memberikan bantuan paket sembako bagi 1.000 kaum dhuafa dengan total nilai sebesar Rp250 juta. Dana tersebut berasal dari hasil pengumpulan zakat pegawai PLN yang dikelola oleh YBM PLN.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar