Revitalisasi posyandu perlu keterlibatan lintas sektor

id posyandu,mataram,dinkes

Revitalisasi posyandu perlu keterlibatan lintas sektor

lustrasi - Petugas Puskesmas Sindangbarang Bogor memberikan imunisasi campak Rubella kepada siswa di SD Insan Kamil, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/8/2017).(ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan untuk melaksanakan program revitalisasi kegiatan posyandu perlu keterlibatan lintas sektor agar keberadaan posyandu dapat dioptimalkan.

"Selama ini, posyandu kesannya hanya untuk kegiatan datang, timbang, imunisasi, pulang, tanpa ada kegiatan lain," kata dia di Mataram, Kamis.

Padahal, tambahnya, selain untuk kegiatan inti dan pelayanan kesehatan, posyandu yang dilaksanakan pada 325 lebih di Kota Mataram setiap bulannya, dapat dioptimalkan juga oleh organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Misalnya, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bisa memberian sosialisasi tentang pernikahan dini, kekerasan perempuan dan anak serta lainnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, dapat memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan pekarangan, pola konsumsi seimbang, beragam dan bergizi atau program-program lainnya.

Begitu juga dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dapat memberikan penyuluhan tentang peningkatan konsumsi ikan, agar gizi bayi dan balita dapat terpenuhi. Apalagi, terjadinya kasus balita kerdil (stunting) salah satunya karena pola makan dan gizi anak tidak terpenuhinya.

"Dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag), bahkan juga bisa mengambil peran serta mengisi kegiatan posyandu agar masyarakat tertarik untuk datang ke posyandu," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya ke depan posyandu bisa menjadi kegiatan yang selalu dinanti masyarakat, tidak sebaliknya hanya untuk mendapatkan program imunisasi. Sehingga setelah anaknya berusia satu tahun ke atas atau sudah imunisasi lengkap, orang tua malas datang ke posyandu.

Terkait dengan sarana dan fasilitas posyandu, menurut Usman di semua posyandu di Mataram rata-rata sudah memiliki peralatan yang standar bahkan timbangan di posyandu telah ditera sehingga hasilnya akurat dan petugas yang cukup termasuk kader.

"Untuk kader setiap puskesmas kita tempatkan lima orang, sehingga jumlahnya sekitar 2.000 orang," sebutnya.

Sementara yang masih perlu menjadi perhatian adalah peningkatan kesejahteraan kader yang saat ini hanya mendapatkan Rp50 ribu per bulan dan dibayarkan per tiga bulan sekali.

"Kita sudah mencoba mengusulkan peningkatan insentif kader, agar mereka bisa bekerja lebih semangat lagi," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar