Penjagaan Kepala Negara lebih diperketat

id Pengamat, Jerry Massie, penjagaan, kepala negara, diperketat, Wiranto,penusukan wiranto, wiranto diserang, wiranto ditus

Penjagaan Kepala Negara lebih diperketat

Pengamat Jerry Massie. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie berpendapat penjagaan kepada Kepala Negara patut diperketat lagi menyusul ditusuknya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat kunjungan ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

"Dengan peristiwa ini, saya sarankan agar pengamanan pejabat negara lebih diperketat. Sebelum presiden berkunjung ke daerah maka lapangan harus steril, kalau perlu tak perlu harus berjabat tangan dengan semua warga," kata Jerry, di Jakarta, Jumat.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menilai latar belakang mantan panglima ABRI di era mendiang presiden Soeharto itu ditusuk tak lain beliau orang yang getol menumpas radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Penusukan terhadap Wiranto dikutuk MUI Lebak

"Target kelompok ini memang para petinggi di negeri ini tak terkecuali Presiden RI. Selama ini untuk SOP Security pengamanan baik pejabat tinggi kita paling lemah," ujar penasihat Ikatan Media Online Indonesia (IMO) ini.

Di negara maju saja seperti Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman dan sebagainya pengamanan super ketat saat presiden mereka turun ke negara bagian dan provinsi.

"Mana ada presiden AS berfoto selfie dengan publik AS, paling bisa berfoto di White House atau acara khusus di ruangan in door. Baru di Indonesia presiden bisa menyalami siapa saja orang yang tak di kenal," jelasnya.

Jerry mengatakan merakyat bukan hanya pada tataran berjabat tangan, tapi peduli terhadap rakyat kecil dan membantu warga miskin dengan program pemerintah, itu lebih afdol dari berswafoto ria.

Baca juga: Wiranto dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang

Oleh karena itu, dirinya juga menyarankan pengamanan presiden harus diperketat dan jangan sembarangan swafoto dan berjabat tangan dengan orang yang kadang berniat jahat.

"Saya pernah usul terkait pengamanan presiden ini kepada Paspampres pada 2014 lalu. Kalau memang ada yang mau mau berjabat tangan di sortir siapa-siapa mereka, kartu identitas mereka perlu diketahui," tuturnya.

Begitu pula, bagian intelijen harus sudah mengecek lapangan dua minggu sebelumnya.

"Yang terpenting adalah pemeriksaan senjata tajam dan lainnya," ucap Jerry.

Baca juga: Penusukan Menkopolhukam dikutuk Masyarakat Pandeglang