Pemkot Mataram: Renovasi Pasar Cakranegara terancam tidak mencapai target

id pasar cakra,mataram

Pemkot Mataram: Renovasi Pasar Cakranegara terancam tidak mencapai target

Arsip - Pasar Cakranegara, Mataram, NTB. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan kegiatan renovasi Pasar Cakranegara terancam tidak mencapai target waktu, karena realisasi pekerjaannya baru sekitar 75 persen, sementara kontrak berakhir 15 Desember 2019.

"Semestinya, realisasi pekerjaan saat ini sudah bisa mencapai lebih dari 95 persen mengingat kontraknya tinggal 10 hari lagi," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan H Mahmuddin Tura di Mataram, NTB, Jumat.

Ia mengatakan keterlambatan kontraktor dalam proses penyelesaian proyek renovasi sejumlah bangunan toko milik Pemerintah Kota Mataram yang menghadap ke Jalan AA Gede Ngurah, karena perencanaan pekerjaan yang kurang maksimal.

"Semestinya, atapnya sudah dipasang dari awal. Tapi mungkin ini karena kesalahan strategi mengatur pekerjaan sehingga keteteran di pekerjaan atap," ujarnya.

Karena itu, kata Mahmuddin, keberadaan perencanaan pekerjaan dalam sebuah proyek sangat penting untuk mengontrol tahapan pekerjaan dan realisasi proyek.

"Tapi kesannya, rekanan meremehkan hal itu. Jadi meskipun kontraktor berjanji akan menyelesaikan sisa pekerjaannya, dengan melihat estimasi waktu yang tersisa posisi renovasi Pasar Cakranegara sangat berat," katanya.

Lebih jauh Mahmuddin mengatakan, selain renovasi Pasar Cakranegara menjadi salah satu kegiatan fisik yang dikhawatirkan tidak mencapai target sesuai dengan kontrak, dua kegiatan fisik lainnya yang dikhawatirkan tidak mencapai target adalah pekerjaan Monumen Mentaram dan gedung unit gawat darurat (UGD) RSUD Mataram.

Untuk pekerjaan Monumen Mentaram, realisasi pekerjaannya sekitar 80 persen, dengan batas kontrak pada 25 Desember 2019. Oleh karena itu, pemerintah kota telah menyarankan kepada pihak kontraktor untuk melakukan percepatan dengan menambah jam kerja.

Pekerjaan fisik Monumen Mentaram memang merupakan pekerjaan khusus yang membutuhkan keterampilan, cuaca juga sangat memengaruhi karena yang dikerjakan adalah konstruksi baja.

"Kalau terjadi petir dan hujan, mereka tidak berani bekerja di atas ketinggian 50 meter," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar