DPRD NTB dukung pembangunan kereta gantung di Rinjani

id Gunung Rinjani,NTB,DPRD,DPRD NTB,Kereta Gantung

DPRD NTB dukung pembangunan kereta gantung di Rinjani

Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Baiq Isvie Rupaeda. ANTARA/Nur Imansyah

Mataram (ANTARA) - Rencana pembangunan kereta gantung dengan mengambil latar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani mendapat dukungan dari DPRD Nusa Tenggara Barat.

"Sepanjang itu baik dan untuk kemaslahatan ummat, kami mendukung program pembangunan kereta gantung," kata Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda di Mataram, Jumat.

Baca juga: KRCB: pertimbangkan ulang pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani

Baca juga: Praktisi: Pembangunan kereta gantung merusak keindahan Rinjani


Menurut Isvie, pembangunan kereta gantung merupakan sebuah terobosan untuk mempermudah wisatawan yang ingin melihat Gunung Rinjani dari dekat, namun tidak mampu secara fisik untuk mendaki.

"Kalau ada kereta gantung kan jadi membantu, terutama sekali bagi pengunjung atau wisatawan yang secara umur (lansia, red) tidak mampu mendaki. Karena mereka yang ingin melihat Rinjani banyak juga dari mereka yang tidak bisa," ujarnya.

Politisi Partai Golkar tersebut, menyatakan meyakini keberadaan kereta gantung akan memberikan dampak positif bagi Lombok dan NTB umumnya. Bahkan, jika melihat perspektif untung ruginya, ia menyatakan keberadaan kereta gantung akan membawa banyak keuntungan bagi NTB.

"Kita bisa mendapatkan banyak pendapatan karena banyak tamu-tamu yang akan datang dan juga semakin memberikan banyak ruang bagi masyarakat untuk banyak terlibat didalamnya pariwisatanya," ucap Sekretaris DPD Golkar NTB itu.

Terkait pro kontra rencana pembangunan kereta gantung tersebut, Isvie menegaskan bahwa hal itu harus diselesaikan dengan melakukan sosialisasi secara masif, sehingga masyarakat bisa memahami.

"Kalau ada penolakan disosialisasikan secara baik, dijelaskan kalau ini dibangun tidak merusak tatanan yang ada, apakah itu budaya, ekosistem dan ada istiadat. Karena kita tahu Rinjani sendiri merupakan tempat yang disakralkan," imbuhnya.

Meski demikian, Isvie pun menegaskan selama pembagunan tersebut dilakukan secara baik dan sesuai dengan tatanan yang berlaku. Dirinya tidak akan mempersoalkannya.

"Intinya selama itu baik tidak merusak adat istiadat, alam dan bisa menambah pendapatam masyarakat saya kira DPRD akan mendukung," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar