Sedang nongkrong di pinggir jalan, pemuda di Dompu dipanah orang tak dikenal

id Pemuda,Panah,Dompu

Sedang nongkrong di pinggir jalan, pemuda di Dompu dipanah orang tak dikenal

Seorang pemuda asal Desa Bakajaya, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Irwansyah (22) dipanah oleh orang tidak dikenal, Senin (23/3) sekitar pukul 22.00 WITA saat duduk di pinggir jalan desa setempat.

Dompu (ANTARA) - Seorang pemuda asal Desa Bakajaya, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Irwansyah (22) dipanah oleh orang tidak dikenal, Senin (23/3) sekitar pukul 22.00 WITA saat duduk di pinggir jalan desa setempat.

Akibatnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat dengan kondisi anak panah menancap di bawah dada bagian kanan korban.

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat SIK melalui PS Paur Subbag Humas, Aiptu Hujaifah, di Dompu, Selasa, mengatakan, korban dipanah secara tiba-tiba oleh orang orang tidak dikenal.

"Saat melakukan aksinya, pelaku mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio berboncengan tiga," kata Hujaifah.

Pelaku memanah menggunakan anak panah rakitan yang terbuat dari besi alumunium. Ketiga pelaku menutup wajah menggunakan sarung agar tidak dikenal.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi kejadian langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah terdekat. 

Mendapat laporan warga terkait masalah tersebut, pada pukul 23.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Nowa bersama Babinsa dan anggota personil Brimob Dompu langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan informasi.

Dari informasi yang dihimpun, Polisi lalu mengamankan seorang pelajar, DW (14) asal lingkungan Renda Kelurahan Simpasai Dompu yang diduga melakukan pemanahan. 

DW kemudian mengaku, aksinya itu dilakukan bersama dua teman lainnya AD (14) pelajar asal Kelurahan Simpasai, dan A (19) asal kelurahan yang sama. 

Dari DW, Polisi mengamankan sebilah parang dan dua anak panah rakitan. DW kemudian dibawa ke Mapolres Dompu untuk disidik lebih lanjut. Saat ini Polisi sedang mencari kedua rekan DW yang belum diketahui keberadaannya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar