Mataram (ANTARA) - Para pengrajin mesin gelondongan emas di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat panen rezeki seiring dengan maraknya penambangan emas secara tradisional di Kabupaten Sumbawa.
"Adanya aktivitas penambangan emas secara tradisional di Sumbawa, membuat permintaan mesin gelondongan emas naik sampai 100 unit per bulan dibandingkan sebelumnya yang hanya 30 unit per bulan," kata Zohri, pengrajin gelondongan emas, di Kelurahan Cakranegara Kota Mataram, Selasa.
Menurut dia, mesin gelondongan emas hasil produksinya dipesan oleh para pengusaha pengolah bahan material hasil galian dan penambang emas yang melakukan aktifitas penggalian di Bukit Laboang, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa.
Harga jual mesin gelondongan emas sebesar Rp3 juta per unit. Namun, jika pembeli ingin dikirimkan ke alamatnya tentunya harga dinaikkan untuk biaya transportasi.
"Harga kita sesuaikan. Kami tidak berani menjual terlalu mahal karena di wilayah ini ada puluhan pengusaha yang memproduksi mesin gelondongan emas. Kalau harga jual kami dianggap mahal tentu konsumen akan mencari alternatif lain," katanya.
Zohri memperkirakan permintaan mesin gelondongan emas dari para penambang emas tradisional di Pulau Sumbawa akan terus mengalami peningkatan mengingat lokasi penambangan itu merupakan lokasi baru, sehingga diperkirakan cadangan emasnya masih relatif banyak.
Para penambang emas yang beraktifitas di Bukit Laboang, tersebut diduga adalah mereka yang dulunya melakukan aktifitas penambangan emas secara tradisional di wilayah Sekotong, Lombok Barat, tetapi karena cadangan emas disana sudah menipis mereka eksodus ke Sumbawa.
"Itu informasi yang saya terima dari para penambang atau pengusaha pengolah bahan galian yang datang kemari untuk membeli mesin gelondongan emas," katanya.
Seperti diketahui, lokasi penambangan emas tradisional di Bukit Laboang, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, pada Rabu (11/8) sempat longsor dan menimbun sejumlah penambang. (*)
Keterangan Foto: Seorang pengrajin sedang mengelas rangka mesin gelondongan batu emas yang sudah jadi disalah satu bengkel las di lingkungan Getap Barat, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kota Mataram, Selasa (24/8).