Kasus positif COVID-19 di Loteng kembali muncul

id Covid ,Lombok Tengah,positif corona,NTB,RSUD Praya

Kasus positif COVID-19 di Loteng kembali muncul

Warga saat melakukan vaksinasi COVID-19 di aula Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (FOTO ANTARA/Akhyar)

Praya, NTB (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali muncul, setelah sebelumnya di daerah setempat mengalami nol kasus yang cukup lama. "Ada satu pasien COVID-19 yang saat ini sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya," kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD Praya, dr Baserun di Praya, Kamis.

Kondisi pasien perempuan yang usianya 39 tahun itu cukup stabil setelah dilakukan perawat medis sesuai dengan standar penanganan pasien COVID-19. Pihaknya masih melakukan pelacakan (tracking) dan koordinasi dengan petugas puskesmas dari mana pasien tersebut bisa terpapar. "Tracking saat ini masih dilakukan," katanya.

Dengan adanya kasus baru tersebut, pihaknya berharap kepada masyarakat agar tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19 seperti menggunakan masker di tempat umum, cuci tangan. Selain itu, bila ada keluhan atau gejala COVID-19 muncul agar segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat. "Pandemi COVID masih terjadi, sehingga protokol kesehatan harus tetap diterapkan," kata Baserun.

Baca juga: Stok vaksin penguat tahap dua untuk nakes di Kota Mataram kosong
Baca juga: Percepatan vaksinasi di NTB menjelang lebaran terus digencarkan


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H Suardi mengatakan untuk capaian target vaksinasi COVID-19 dosis satu sebanyak 731.669 atau 95 persen dan vaksinasi dosis pelengkap 643.487 atau 83 persen. Sedangkan capaian vaksinasi booster di Lombok Tengah sebanyak 149.145 dosis atau 19 persen dari target vaksinasi 767.700 dosis.

Keinginan masyarakat untuk mengikuti kegiatan vaksinasi tahap tiga ini mulai menurun, sehingga target yang telah ditetapkan pemerintah pusat belum bisa tercapai. Dinas kesehatan Lombok Tengah tetap membuka layanan vaksinasi di semua Puskesmas, supaya target vaksinasi bisa tercapai. "Pelayanan vaksinasi tetap kita buka di semua puskesmas," demikian Suardi.