Mataram, (Antara)- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera merealisasikan pembangunan anjungan di Pantai Ampenan sepanjang 25 meter sebagai fasilitas rekreasi bagi warga di daerah itu.
"Jika tidak ada halangan, tahun ini pembangunan anjungan sudah bisa rampung," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis.
Dikatakannya, pembangunan anjungan ini merupakan bantuan dari pihak ketiga yakni PT Astra. Proses desain, pengerjaan dan anggaran sepenuhnya dari pihak ketiga, namun tetap berkoordinasi dengan pemerintah kota.
Untuk mendukung kegiatan pembangunan itu, saat ini pemerintah kota membantu membersihkan lokasi dari batu-batu yang menumpuk di lokasi pembangunan.
Selain itu, kata Mahmuddin, saat ini pihaknya juga akan menambah alat pemecah gelombang agar proses pengerjaan anjungan dapat dilakukan maksimal.
"Kami menargetkan proses pembersihan dan penambahan alat pemecah gelombang di Pantai Ampenan bisa rampung dalam minggu ini," katanya.
Ia mengatakan, pembangunan anjungan yang menjorok 25 meter itu merupakan salah satu dari program revitalisasi Pantai Ampenan yang sebelumnya pernah menjadi pelabuhan.
"Jika anjungan ini sudah dibangun maka masyarakat akan semakin ramai ke Pantai Ampenan, karena mereka memiliki lokasi baru untuk berwisata," katanya.
Revitalisasi bekas Pelabuhan Ampenan dilakukan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kota tua Ampenan. Dengan anggaran sedikitnya Rp1,5 miliar, yang dianggarkan secara bertahap di sejumlah SKPD, kawasan ini sekarang sudah berwajah baru dan lebih indah dengan ikon besar bertuliskan "Pantai Ampenan", serta penataan pedagang kali lima (PKL) yang rapi.
Selain itu, Pantai Ampenan juga memiliki panggung pentunjukan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas masyarakat.
Revitalisasi dianggap penting, apalagi Ampenan telah ditetapkan masuk dalam jaringan kota pusaka Indonesia sehingga penataannya harus terus dilakukan.