Sekadar Catatan Ary Juliyant: Transformasi Sisasa Sang Amoeba

id Sisasa,Room Project sisasa,Sisasa/ArifTone,Sisasa penyanyi Lombok

Sekadar Catatan Ary Juliyant: Transformasi Sisasa Sang Amoeba

Sisasa

sebuah usaha untuk memudahkan publik mengenali sosok Cinta Aisya atau Sasa dan karyanya
Mataram (ANTARA) - Ada sebuah ritual kuno, penyucian diri tradisi orang Romawi di Cape Finisterra di Spanyol yang berarti Ujung Batu Laut. 

Tempat ini mendapatkan julukan tersebut dikarenakan pada waktu itu bangsa Romawi belum atau tidak mengenali adanya peradaban ataupun kehidupan di seberang laut tanah Iberia.

Jadi di sanalah tempat yang dianggap sebagai Ujung Dunia. Biasanya ritualnya dimulai dengan datang ke lokasi pantai tersebut, lalu membakar baju yang dikenakannya kemudian mandi di laut semacam ritual penyucian diri untuk merasakan sebagai orang yang baru atau berbeda.

Menjadi orang yang berbeda seolah mengingatkan saya tentang redaksional dalam acara  launching SISI LAIN SiSasa kemarin yang juga menegaskan pemaknaan perubahan dari nama panggilan Cinta Aisya Humairo menjadi SiSasa. Adalah juga sebuah usaha untuk memudahkan publik mengenali sosok Cinta Aisya atau Sasa dan karyanya.  

Nah setelah berubah lalu ada pertanyaan dalam bahasa Mbojo (dikarenakan SiSasa pun memiliki juga unsur turunan Dompu) , Mu Ne'e Lao Ta Be Kombi Sa'e? Yang artinya Mau Kemana ? 

SiSasa yang masih belia memiliki peluang yang besar untuk menentukan arah tujuan berkarir musik- nya. Mau Kemana ? 

Dan tidaklah mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebab sekalipun SiSasa sudah memiliki bekal referensi pernah mempelajari banyak karakter genre Musik ataupun mengenal Musisi beserta karya- karya nya, namun ada faktor lain yang harus pula menjadi tolak ukur keberangkatannya. Yaitu unsur timber karakter suara serta wawasan tujuan latar belakang berproses serta keadaan sosial sekitarnya yang menjadi ruang yang ada di seputar keseharian SiSasa dan kawan-kawan musiknya. 

Saya ingat pernah mengetahui ketika SiSasa mencoba bawakan nomor karya Nadin Amiza,  mendengarkan Musik Ella Fitzgerald atau pun mengeksplore paduan vokal karya Lizzy mcAlpine dan lain-lain.

Perjalanan pelajaran pengembangan  tersebut belumlah cukup bila tujuan akhirnya adalah mengejar terbangun nya karakter Musik yang khas - nya SiSasa. 

Paling tidak usaha menuju kesana bisa juga dikuatkan oleh upaya banyak mencoba menulis  lirik, puisi atau apapun. 

Pada akhirnya saya dapatkan beberapa untaian tulisan asli karya SiSasa sejak beberapa tahun yang lalu sebagai salah satu unsur bahan bakal terwujudnya karya Musik nya sendiri. 

Di antaranya seperti ini : 

BERTANYALAH PADA CINTA 

Bolehkah Aku Cinta semisal pada bulan? 
Lantas apakah kali ini benar- benar- jatih Cinta ? 
Atau hanya sekedar angin lewat sempat? 
Izinkanlah kujelaskan tentang rasa hampa yang mungkin dirasakan oleh Bai yang baru saja terlahir.
Semoga Kali ini kalianpun kian memahami pesan yang 'kan kusampaikan tentang rasa hati yang selalu hadir dengan tak terduga ini (aj).

(Cinta Aisya )

Lombok, 2 Agustus 2021.

Semoga usai keberanian menulis lirik, puisi atau apapun kemudian dilanjutkan pula dengan meng-  eksplore merangkai nada yang pas. 
Sebenarnya perkembangan lanjutan SiSasa di luar kemantapannya setelah me-release album mini SISI LAIN SiSasa kemarin  (Room Project/ArifTone Studio 2023) sudah dimulai dengan telah lahirnya dua karya bersama SiSasa dengan Ary Juliyant berjudul, " SAHABAT LANGIT " Dan " CATATAN SANG AMOEBA "  yang sudah tercatat karya tersebut di DinPust AJ&F. 

Selamat berproses terus bagi SiSasa bersama Room Project/ ArifTone  Studio kedepannya.