Perampok kembali Beraksi di Pantai Nambung Lombok

id Perampok Pantai Nambung

Saat sedang berekreasi di pantai, tiba-tiba sekawanan orang datang membawa senjata tajam dan menghampiri. Mereka datang dan mengambil dengan paksa seluruh barang berharga
Mataram,  (Antara) - Kawanan perampok kembali beraksi di Pantai Nambung, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Minggu, dengan sasaran para wisatawan lokal yang sedang berkunjung ke objek wisata tersebut.

Pada Minggu, sekitar pukul 11.00 WITA, sejumlah wisatawan lokal yang sedang menikmati keindahan Pantai Nambung, Sekotong, didatangi oleh kawanan perampok. Menurut keterangan korban, pelaku langsung menodongkan senjata tajam ke arahnya dan mengambil seluruh barang bawaan.

Budi bersama keluarganya yang menjadi korban perampokan di Pantai Nambung, Sekotong, mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka kejadian itu dan barang bawaannya begitu mudah dirampas oleh para pelaku.

"Saat sedang berekreasi di pantai, tiba-tiba sekawanan orang datang membawa senjata tajam dan menghampiri. Mereka datang dan mengambil dengan paksa seluruh barang berharga," kata Budi warga Taman Indah Mataram.

Dalam peristiwa itu, Budi sekeluarga terpaksa menyerahkan telepon seluler dan uang. "Seluruhnya mereka ambil, kami tidak berani melawan, karena mereka menodongkan senjata tajam," ujarnya.

Menurut pengakuannya, pelaku perampokan itu berjumlah empat orang, mereka beraksi dengan menggunakan senjata tajam. "Mereka menggunakan golok panjang untuk menakuti kami," ucapnya.

Selain Budi sekeluarga, sejumlah wisatawan yang berada di lokasi itu pun ikut menjadi sasaran kawanan perampok tersebut. "Bukan hanya kami, ada juga mahasiswa yang sedang berwisata di pantai. Mereka juga ditodong," kata Budi.

Ia menambahkan saat kejadian itu ada mahasiswa yang terluka karena berusaha melawan kawanan perampok. "Salah satu di antaranya terluka karena melawan tidak mau memberikan barangnya," ujar Budi.

Menurutnya, mahasiswa tersebut dilukai karena mencoba mempertahankan kamera dan telepon seluler miliknya. "Mahasiswa itu juga sempat mengambil gambar menggunakan kamera, tapi ketahuan oleh perampoknya," katanya.

Budi mengeluhkannya sikap warga setempat. "Mereka dingin, tidak ada yang merespons peristiwa itu," ujarnya.

"Kami mau lapor polisi, namun lokasinya jauh, kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi begitu saja," kata Budi.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto saat dihubungi terkait kejadian itu menuturkan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Anggota ada di lapangan, kami akan selidiki dulu," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar