Penggemar mobil kuno gelar "emphaty tour Lombok"

id mobil antik ,peduli lombok

Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat, Nanan Sukarna di ruang pamer Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di IIMS 2016, JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu. (ANTARA News/Alviansyah Pasarib)

Tetapi dengan adanya musibah bencana alam di Lombok, maka dana yang terkumpul itu sebagian akan disisihkan untuk disumbangkan kepada masyarakat di sana (Lombok)
Denpasar  (Antaranews NTB) - Pengurus Pusat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI)  akan menyelenggarakan Emphaty Tour Lombok dengan rute Jakarta-Bali sejauh  2.500 kilometer pada 15 hingga 23 November 2018.

 Ketua Umum PPMKI Provinsi Bali, Agus Pendit di Gianyar Bali, Sabtu, mengatakan acara ini sebagai wujud keprihatinan terhadap musibah bencana gempa.

Kegiatan tur tersebut diawali  dari Jakarta, berlanjut hingga Salatiga (Jawa Tengah) dilanjutkan menuju Paiton (Jawa Timur) dan finis di Denpasar, Bali.

 "Kendaraan tur dari Jakarta sedikitnya 60 unit mobil klasik. Setibanya di Bali pada 18 November 2018 akan kembali melakukan `touring` dengan mengerahkan mobil klasik mencapai 200 unit. Rute yang ditempuh yakni Kintamani (Bangli)-Tukad Bangkung Plaga (Badung) dan kembali ke Denpasar," jelasnya.

Kegiatan ini sebagai rangkaian hari jadi PPMKI ke-39 tahun 2018, ujar Agus yang didampingi anggota Dewan Penasehat PPMKI Jos Dharmawan dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali Nyoman Seniweca.

 Kegiatan ini diikuti pengurus PPMKI dari Sumatera Utara, Jambi, Bandarlampung, Bandung, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Ada juga peserta dari luar negeri, yakni Taiwan.

Sementara itu, Jos Dharmawan mengatakan,  rencana awal kegiatan touring tersebut hingga ke negara Timor Leste, namun setelah dilakukan penjajagan jarak tempuh dan medannya yang cukup berat, maka ajang diputuskan hanya sampai di Bali.

"Untuk ke Timor Leste medannya berat, juga jarak tempuh sangat jauh. Selain itu memerlukan dana cukup besar," katanya.

Kegiatan ini, kata dia,  tercetus saat Musyawarah Nasional (Munas) PPMKI di Bandung, termasuk ide untuk menggelar `Touring` hingga ke luar negeri (Timor Leste).

"Tetapi dengan adanya musibah bencana alam di Lombok, maka dana yang terkumpul itu sebagian akan disisihkan untuk disumbangkan kepada masyarakat di sana (Lombok)," terangnya.

 Ia mengatakan sebagai puncak acara peringatan HUT ke-39 PPMKI akan dilakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk peringatan hari jadinya organisasi tersebut.

 "Rencananya puncak kegiatan dan peringatan HUT ke-39 PPMKI akan digelar di sebuah hotel di kawasan wisata Nusa Dua, Bali pada 19 Nopember 2018," katanya. 

Baca juga: Penggemar mobil kuno Bali kampanyekan ketertiban berlalu lintas
Baca juga: 120 mobil kuno ikuti reli di Magelang
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar