Cuaca ekstrem timbulkan berbagai kerusakan di NTB

id Cuaca Ekstrem,NTB,Lombok Utara,Agung,BPBD NTB

Tim Taruna Siaga Bencana menyalurkan bantuan untuk korban gempa yang terdampak angin puting beliung disertai hujan lebat di Desa Gondang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Selasa (22/1). (Foto Antaranews NTB/ist)

Tim Dinas Sosial NTB sudah diterjunkan ke lokasi puting beliung di Kabupaten Lombok Utara, untuk menyalurkan bantuan
Mataram (Antaranews NTB) - Cuaca esktrem yang melanda Nusa Tenggara Barat(NTB) pada Selasa(22/1)malam, menyebabkan berbagai kerusakan di beberapa kabupaten/kota, namun tidak ada laporan korban jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Agung Pramuja, di Mataram, Rabu, mengatakan, salah satu kerusakan parah adalah hancurnya bangunan hunian sementara(Huntara) korban gempa di Desa Gondang, Kabupaten Lombok Utara.

Bangunan tersebut porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung disertai hujan lebat yang terjadi pada Selasa (22/1) malam, pukul 23.00 Wita.

"Dari laporan yang kami terima, jumlah warga yang terdampak sebanyak 73 kepala keluarga(KK) atau 360 jiwa," katanya.

Selain merusak Huntara, menurut dia, cuaca esktrem juga menyebabkan jembatan yang menghubungkan Dusun Gerenggeng dengan Dusun Dasan Tengak, Desa Jenggala, Kabupaten Lombok Utara, terputus.

Kerusakan juga terjadi di Kota Mataram. Agung menyatakan, beberapa pohon berukuran relatif besar tumbang di 12 titik akibat angin puting beliung disertai hujan lebat.

Pohon tumbang tersebut menyebabkan kerusakan bangunan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Mataram, empat rumah rusak di Kelurahan Pejeruk, atap bangunan SDN 26 Mataram, dan SMAN 2 Mataram, jebol.

Agung mengemukakan, cuaca ekstrem juga melanda pesisir Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, mengakibatkan satu rumah penduduk rusak berat dan tiga unit rusak ringan.

Pada saat bersamaan, angin puting beliung juga melanda Desa Oo. Angin ribut tersebut menyebabkan atap rumah milik seorang warga beterbangan.

"Cuaca buruk di laut juga menyebabkan tumpukan sampah di sekitar pemukiman warga yang terbawa pasang air laut di Desa Labuan Badas," ujarnya.

BPBD NTB, kata dia, mendapat laporan juga bahwa banjir rob atau pasang air laut menerjang Dusun Jambianom, Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara, pada Selasa(22/1) malam.

Jumlah warga terdampak bencana alam tersebut sebanyak 220 KK atau 880 jiwa. Mereka terdiri atas 29 bayi, 88 anak-anak, 283 laki-laki dewasa, dan sebanyak 365 perempuan dewasa.

Agung mengatakan, warga yang terdampak cuaca ekstrem, khususnya yang menjadi korban gempa sangat membutuhkan bantuan, terutama tempat Huntara.

Pihaknya sudah menyalurkan bantuan sebanyak 150 lembar terpal bagi warga Gondang, Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, sebanyak 200 kilogram beras dan 20 dus lauk pauk.

Bantuan juga disalurkan oleh Dinas Sosial NTB. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, mie instan, peralatan dapur, lauk pauk, velbed, kasur, food ware, dan family kit.

Selain itu, tenda gulung, selimut, sandang, rompi tagana, ware pack, makanan anak, dan kids ware.

"Tim Dinas Sosial NTB sudah diterjunkan ke lokasi puting beliung di Kabupaten Lombok Utara, untuk menyalurkan bantuan," kata Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik.
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar