Dua hari hilang, lansia ini ditemukan jadi mayat satu kilometer dari rumahnya

id Orang hilang di agam,Dua hari hilang, lansia ini ditemukan jadi mayat satu kilometer dari rumahnya,lansia

Dua hari hilang, lansia ini ditemukan jadi mayat satu kilometer dari rumahnya

Tim gabungan Pemkab Agam sedang melakukan evakuasi jasad korban yang mengapung di Muaro Mati, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, Rabu (18-9-2019). ANTARA/HO-BPBD Agam

"Dari hasil hasil autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban"
Lubukbasung, (ANTARA) - Ali Munir (85), warga Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (16/9), ditemukan mengapung di Muaro Mati sekitar 1 kilometer dari rumah korban, Rabu (18/9) pukul 12.10 WIB.

Kepala Badan Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Wahyu Bestari di Lubukbasung, Rabu, mengatakan bahwa lokasi penemuan korban di dekat SMKN Pelayaran Kecamatan Tanjungraya.

Jenazah korban langsung dievakuasi, kemudian dibawa ke Puskesmas Tanjungmutiara untuk keperluan autopsi.

"Dari hasil hasil autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," katanya.

Saat ini, jasad korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman keluarga.

Sebelumnya, Ali Munir meninggalkan rumah pada hari Senin (16/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, hingga Senin malam, korban belum pulang ke rumah, kemudian pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu ke BPBD setempat.

Atas kejadian itu, BPBD mengerahkan satgas dan tim reaksi cepat untuk mencari keberadaan korban.

Pencarian melibatkan personel Satpol PP dan Damkar, Polres Agam, Kodim 0304 Agam, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan masyarakat setempat.

Tim gabungan mencari keberadaan korban dari lokasi terakhir dilihat masyarakat di Jorong Kampung Darek, Kecamatan Tanjungmutiara hingga jarak beberapa kilometer dari rumah korban.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar