Pemkot Mataram siapkan tong sampah di Jalan Udayana

id sampah,udayana,DLH,mataram

Pemkot Mataram siapkan tong sampah di Jalan Udayana

Seorang warga mengumpulkan sampah dari tong sampah yang disediakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram saat kegiatan "Car Free Day" di Jalan Udayana Kota Mataram, Minggu (6/10/2019). (ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram menyiapkan puluhan tong sampah di sepanjang Jalan Udayana untuk mendukung pencanangan gerakan nasional pemilahan sampah dari rumah yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Untuk tahap awal, hari ini kami menyiapkan sekitar 50 tempat sampah tiga jenis, yakni organik, anorganik, dan sampah yang tidak bisa diolah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Minggu.

Irwan yang dikonfirmasi seusai pencanangan gerakan nasional pemilahan sampah dari rumah yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Taman Bumi Gora, Jalan Udayana itu, mengatakan penempatan tempat sampah yang disiapkan hari ini untuk menjaga kawasan Udayana tetap bersih seusai kegiatan "Car Free Day" (CFD).

Selain itu, katanya, bagian edukasi masyarakat untuk pemilihan sampah, meskipun hasil evaluasi sesuai CFD, ternyata sampah yang dibuang pada tempatnya masih minim.

"Kami akui, masih banyak tempat sampah yang telah kami siapkan kosong. Kalau pun ada, isinya tidak seberapa dan tidak seperti yang kami harapkan," katanya.

Oleh karena itu, pekan depan tempat sampah itu akan disiapkan petugas penjaga yang sekaligus mereka akan mengarahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

"Harapannya, secara bertahap masyarakat yang datang ke CFD bisa terbiasa membuang sampah pada tempatnya, sehingga begitu kegiatan CFD ditutup pukul 09.00 Wita, sepajang Jalan Udayana tetap bersih," ujarnya.

Di sisi lain, ke depan ratusan pedagang Udayana saat CFD juga akan diarahkan melakukan pemilihan sampah dari sumbernya dan mengurangi penggunaan wadah dari plastik.

Hal itu juga sebagai bagian sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang, yang telah dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan.

"Kami juga mengajak Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram, agar bersama-sama mendukung program pengurangan sampah dengan memberikan sosialisasi kepada pedagang," katanya.

Pada prinsipnya, lanjut Irwan, apa yang menjadi program pemerintah secara nasional, pemerintah kota siap memberikan dukungan dengan berbagai komitmen.

Salah satunya, pada 2020 ditargetkan minimal satu unit pengelolaan sampah induk di masing-masing kelurahan. Hal itu untuk penanganan sampah-sampah yang telah dipilah.

"Jangan sampai masyarakat sudah milah, setelah di tempat pembuangan sementara (TPS) atau petugas pengangkut sampah tingkat lingkungan menggabung lagi," katanya.

Ke depan pemerintah kota akan menyiapkan kendaraan khusus agar program pengurangan sampah bisa dilaksanakan secara optimal dan target pengurangan sampah lima persen per hari bisa tercapai.

Saat ini, pengurangan sampah oleh masyarakat melalui bank sampah dan yang dilakukan di masing-masing depo serta TPS sekitar 3,4 persen atau sekitar 11 ton per hari dengan produksi sekitar 340 ton per hari.

"Harapan kita melalui gerakan nasional ini, pengurangan sampah bisa mencapai 5-6 persen sehari," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar