Longsor di Bogor mengisolir 11 desa, tiga orang hilang tertimbun tanah

id Longsor, Kabupaten Bogor, terisolir, basarnas, polda jabar

Longsor di Bogor mengisolir 11 desa, tiga orang hilang tertimbun tanah

Tim SAR melakukan pencarian terhadap tiga korban yang tertimbun longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat (3/1/2019). (ANTARA/HO-Basarnas)

Bandung (ANTARA) - Sebanyak 11 desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor terisolir akibat akses yang terputus karena longsor yang menimbun Desa Harkat Jaya dengan kedalaman longsoran mencapai 6 meter.

Humas Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor mengatakan di kawasan tersebut, tiga orang dikabarkan menjadi korban tertimbun longsoran. Saat ini, kata Joshua, pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap korban tersebut.

"Tim yang mencari korban tertimbun longsor ada dua regu, kedalaman longsoran ini sekitar lima sampai enam meter," kata Joshua, Jumat.

Adapun data korban yang tertimbun longsor yakni Amri (60 Th), Saroh (25 Th), Cicih (5 Th). Joshua mengatakan longsor tersebut diketahui terjadi pada Selasa (31/12/2019).

Berdasarkan pengecekan sementara, ada 400 kepala keluarga (KK) yang terdampak terisolir dari longsor itu. Namun menurut Joshua sebagian besar warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Sementara ini bantuan untuk warga disalurkan via udara (helikopter), karena akses mereka terputus sejak tiga hari yang lalu," kata Joshua.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat ada sebanyak 7 orang yang meninggal dunia akibat peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu sejak malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019).

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga menyebut berdasarkan data yang ia himpun, tujuh orang yang meninggal tersebut meninggal akibat peristiwa banjir dan longsor di wilayah Bogor.

"Ada empat orang yang meninggal akibat banjir, sedangkan tiga orang lainnya meninggal akibat peristiwa longsor, semuanya terjadi di wilayah Bogor," kata Saptono di Bandung, Kamis (3/1).
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar