Pasien asal Sumbawa yang diduga terpapar COVID-19, kondisinya berangsur membaik

id Pasien,Diduga,Corona,Sumbawa

Pasien asal Sumbawa yang diduga terpapar COVID-19, kondisinya berangsur membaik

Dok

Taliwang (ANTARA) - Pasien asal Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa yang diduga pernah bersentuhan dengan pasien positif virus COVID-19, saat ini kondisinya berangsur-angsur membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H Didi Darsani, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis, menyatakan, kondisi pasien wanita yang diketahui seorang guru berumur 51 tahun tersebut berangsur membaik setelah dilakukan perawatan secara intensif di Rumah Sakit HL Manambai Abdul Kadir (RSMA) Sumbawa.

“Sebelumnya pasien pulang dari Lombok dan mengeluh tidak enak badan, flu, tensi naik, serta jantung berdebar, sehingga dibawa ke RSU untuk memastikan kondisinya dan saat ini kondisinya semakin membaik,” katanya.

Baca juga: Sepasang suami istri positif COVID-19 di NTB berangsur-angsur membaik

Diungkapkan Didi, pada pemeriksaan awal, hasilnya tidak terlalu mengkhawatirkan, kondisinya semakin menurun dan tertekan karena mendengar saudaranya di Lombok Timur dinyatakan Positif COVID-19.

Kendati demikian, hasil pemeriksaan awal oleh dokter tidak ada yang mencurigakan, setelah ditangani tim medis dan dilakukan observasi, pernafasannya sudah bagus dan suhu badannya sudah normal. 

“Yang membuat parah seseorang yang terpapar jika pasien tersebut memiliki penyakit komplikasi,” kata Didi.

Baca juga: Positif COVID-19 di NTB bertambah jadi 2 orang

Secara medis, tambah Didi, seseorang yang terpapar COVID-19 bisa sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh bagus dan tidak ada penyakit penyerta.

Selanjutnya, pasien asal Lunyuk tersebut akan ditangani oleh pihak RSU dalam 2 –3 hari ke depan. Jika perkembangannya semakin membaik dapat dipulangkan ke Lunyuk, tetapi tetap dalam pengawasan dan dikarantina hingga beberapa hari yang telah ditetapkan.

“Jadi tergantung dokternya, dirawat sampai berapa lama dan kapan diizinkan pulang sesuai dengan kondisi pasien,” jelasnya.

Demikian juga perlu atau tidaknya tindakan mengirimkan sample pasien untuk memastikan positif atau tidaknya itu tergantung dokter.

Biasanya pengiriman sampel dilakukan ketika ada gejala atau alasan yang kuat mengarah kepada COVID-19. Namun dilihat dari kondisi pasien mungkin tidak dilakukan pengiriman sampel karena kondisinya semakin membaik dan gejalanya tidak mengarah ke COVID-19.

Pemerintah dalam hal ini mengimbau  kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Kemudian mengonsumsi makanan bergizi, minum vitamin dan berolahraga teratur agar terhindar dari segala macam virus termasuk virus COVID-19.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar