Gubernur NTB Silaturahim Ponpes Ibnu Abbas Klaten

id TGB TAUZIAH YOGYAKARTA

Umat islam itu disatukan oleh Allah SWT dengan persaudaraan. Dan itu tidak sembarang ikatan persaudaraan karena di dalamnya ada makna dakwah. Di dalamnya juga ada makna saling mengisi dalam kebaikan-kebaikan

Mataram (Antara NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus safari dakwah ke Pondok Pesantren Ibnu Abbas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat.

Kedatangan Gubernur NTB di PP Ibnu Abbas dan disambut langsung pimpinan ponpes Dr KH Muh Muinuddinillah didampingi para pengurus dan ratusan santri. Di tempat itu, Tuan Guru Bajang atau TGB (sapaan akrab Gubernur NTB) didaulat menyampaikan tausiyah.

Gubernur penghafal Al Quran ini mengatakan, kedatangannya ke PP Ibnu Abbas selain untuk bersilaturahmi juga untuk mengokohkan jalinan ukhuwah islamiyah.

"Umat islam itu disatukan oleh Allah SWT dengan persaudaraan. Dan itu tidak sembarang ikatan persaudaraan karena di dalamnya ada makna dakwah. Di dalamnya juga ada makna saling mengisi dalam kebaikan-kebaikan," ujarnya seperti yang diterima rilis Antara NTB dari Biro Humas dan Protokol Setda Pemerintah Provinsi NTB.

Kepada para santri, Gubernur TGB menekankan pentingnya belajar ilmu. Karena ilmu adalah bentuk cahaya Allah di bumi. Terkait ini, TGB menceritakan kisah Imam Syafi`i, salah seorang imam besar yang sangat berjasa meneruskan ilmu-ilmu dari Nabi Muhammad SAW. Dalam belajar ilmu, Imam Syafi`i adalah tokoh yang patut diteladani.

TGB berkisah, awal belajar kepada gurunya yang bernama Waqi`, Imam Syafi`i merasa sulit menghafal dan mengingat ilmu yang dipelajari. Waqi` pun meminta Imam Syafi`i menjauhi hal-hal yang tidak baik agar mampu menyerap ilmu, karena Ilmu adalah cahaya Allah dan cahaya tidak akan diberikan kepada yang tidak baik.

Belajar dari kisah itu, TGB berpesan kepada para santri dan santriwati PP Ibnu Abbas melakukan hal-hal baik dan meninggalkan yang tidak baik karena hanya akan menghabiskan umur dan tidak menambah amal.

"Apalagi sekarang kalian anak-anakku selain belajar formal juga menghafal Al-Quran," tutur TGB sekaligus mengingatkan bahwa Allah telah menyerukan kepada umat manusia untuk mencari kebahagiaan yang hakiki di akhirat nanti.

Selain tausiyah, di tempat itu TGB juga mengenalkan konsep wisata halal kepada para santri. Kata TGB, wisata halal adalah cara baru membangun sektor pariwisata sesuai tuntunan syariah yang saat ini sedang dikembangkan di NTB.

"Wisata halal ini maksud sederhananya adalah berwisata untuk melihat tanda kekuasaan Allah. Wisata halal membuka lapangan kerja bagi siapa yang mengisi. Namun yang mengisi harusnya generasi muda Islam kalau tidak mau diisi orang lain," jelasnya.

Usai tausiyah, TGB yang juga ulama kharismatik ini mengajak berbincang para santri sekaligus menguji hafalan Al Quran mereka. Santri yang diuji salah satunya Fajar. Ia adalah santri berkebutuhan khusus karena secara fisik memiliki banyak kekurangan. Meski begitu, Fajar memiliki kelebihan menghafal banyak ayat-ayat Al Quran hingga beberapa juz. Disaksikan para pengurus dan santri lainnya, TGB menguji Fajar membacakan sejumlah ayat Al Quran dan Fajar dinyatakan lulus.

Pondok pesantren Ibnu Abbas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu dipimpin Dr KH Muh Muinuddinillah. Ponpes ini mulai berdiri tahun 2007 dan saat ini memiliki sekitar 800 santri. (*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.