Forum Tembakau Asia gelar pertemuan di Lombok

id Forum Tembakau Asia

Anggota Forum Tembakau Asia mengekspresikan kegemberiaannya usai membahas berbagai peluang dan tantangan tembakau dunia di kawasan wisata Senggigi, Lombok, NTB. (Foto Antaranews NTB/ist)

Kami akan melakukan pembahasan mengenai peluang dan tantangan di sektor pertembakauan selama dua hari
Lombok Barat (Antaranews NTB) - Forum Tembakau Asia menggelar pertemuanuntuk membahas berbagai tantangan dan peluang di sektor pertembakauan di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa.

Kegiatan yang digelar oleh International Tobacco Growers Association (ITGA) tersebut dihadiri oleh perwakilan petani tembakau dari Azerbaijan, India, Filipina, Vietnam dan Indonesia.

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo, mengatakan Pulau Lombok dijadikan sebagai lokasi pertemuan karena merupakan salah satu sentra tembakau virginia terbesar dan berkualitas di Indonesia.

"Kami akan melakukan pembahasan mengenai peluang dan tantangan di sektor pertembakauan selama dua hari. Hasil dari pertemuan akan dijadikan rekomendasi untuk pemerintah dalam menentukan kebijakan di sektor pertembakauan," katanya.

Menurut dia, tembakau secara nyata memberikan kontribusi dalam menggerakkan perekonomian dunia. Sebab, perputaran uang dan jumlah tenaga kerja yang terlibat di dalamnya relatif besar. Demikian juga pendapatan bagi negara dari pajak dan cukai rokok relatif tinggi.

Namun tekanan antitembakau dari berbagai pihak cukup kuat. Pada satu sisi, petani sebagai produsen tembakau dan industri sebagai produsen rokok tidak mampu melawan tekanan tersebut sendirian.

"Oleh sebab itu, butuh peranan dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan tembakau. Lewat forum ini, kami ingin memberikan rekomendasi bagi pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno, menyebutkan multi efek dari tembakau sangat besar. Misalnya, total penerimaan Pemerintah Republik Indonesia dari tembakau pada 2017 mencapai Rp170 triliun.

Angka tersebut Jauh lebih besar dari kontribusi tambang emas PT Freeport yang hanya memberikan kontribusi Rp20 triliun. Demikian juga jika dibandingkan dengan laba dari BUMN Indonesia hanya Rp44 triliun.

"Pada 2018, target penerimaan negara dari tembakau sebesar Rp148 triliun. Artinya, jika tembakau tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, maka pengaruhnya akan sangat besar ke negara," ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian ITGA Antonio Abrunhosa, menambahkan Forum Tembakau Asia yang digelar di Pulau Lombok, sangat penting karena tembakau merupakan tanaman yang menguntungkan bagi jutaan petani di dunia.

"Tembakau tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tapi juga industri yang terkait dengan tembakau. Dari keduanya ada jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidup. Itu sebabnya, kami berkumpul di Lombok," ucapnya.

Menurut dia, tembakau memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara. Misalnya, Malawi yang sebesar 60 persen devisanya berasal dari tembakau. Begitu juga dengan di Indonesia.

Jika tembakau ditiadakan, maka akan banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Hal itu tentu berdampak terhadap angka pengangguran di berbagai negara, terutama sentra penghasil tembakau.

"Jadi tembakau sangat relevan dari sisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Makanya, kami bertemu membahas peluang dan masalah tembakau. Dan saya sangat antusias berada di Lombok (Indonesia), sebagai salah satu penghasil tembakau," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar