Lombok Utara bangun sistem pengelolaan limbah Trawangan

id gili trawangan ,pemkab lombok utara,najmul akhyar,pengelolaan limbah

Lombok Utara bangun sistem pengelolaan limbah Trawangan

Bupati Lombok Utara DR H Najmul Akhyar SH MH menyampaikan sambutan pada pembukaan acara sosialisasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah di objek wisata Gili Trawangan. Foto Rsd/Humas dan Protokol Setda KLU.

Persoalan sampah sudah lama terjadi, apabila terus dibiarkan maka berdampak pada kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan
Mataram (Antaranews NTB) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan membangun sistem pengelolaan air limbah di objek wisata Gili Trawangan,  Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang dalam upaya mengatasi persoalan limbah di objek wisata bahari yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara ini.
 
Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Utara melalui siaran pers yang diterima di Mataram, Jumat menyebutkan dalam kaitan itu digelar sosialisasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah di objek wisata Gili Trawangan yang dihadiri Bupati Lombok Utara DR H Najmul Ajhyar SH MH.
 
Acara tersebut, dihadiri pula Kepala  Satuan Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Provinsi ( PSPLP)  Nusa Tenggara Barat  Sugeng Slamet ST,  serta beberapa unsur organisasi perangkat daerah (OPD)   lingkup Setda Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Lombok Utara DR H Najmul Akhyar SH MH mengapresiasi agenda sosialisasi pembangunan sistem pengelolaan limbah di objek wisata Gili Trawangan   untuk mencari solusi bagaimana cara menangani permasalahan sampah yang selama ini menjadi dilema di Gili Trawangan.

"Persoalan sampah sudah lama terjadi, apabila terus dibiarkan maka berdampak pada kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan," katanya.

Oleh sebab itu, katanya, pemerintah daerah terus berpikir dan berbuat untuk mencari pola dan formula yang tepat dalam upaya mengatasi sampah sehingga Gili Trawangan agar ke depannya menjadi pulau yang bersih dan semakin diminati wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal.

Najmul Akhyar mengatakan beberapa pola telah coba dilakukan, namun karena selama ini terkendala permasalahan tanah maka selalu mentok. Pada 2018) lahan seluas 60 are telah dibeli dan menjadi aset pemda, sehingga di masa mendatang pemerintah pusat segera menurunkan bantuan dalam pengelolaan sampah yang ada.

"Saya berharap agar masyarakat di Gili Trawangan mampu bekerja sama dan bersinergi dalam pembangunan pengelolaan sampah," katanya.

Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan, Sugeng Slamet berharap dukungan dan partisipasi masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan tempat pengelolaan sampah, sebab jika sampah itu terus dibiarkan, berakibat buruk bagi perkembangan pariwisata ke depannya.

"Pemerintah pusat rencananya menggelontorkan dana Rp10,3 miliar untuk mengatasi permasalahan sampah yang selama ini terus terjadi. Dengan metode open window compos ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat Gili Trawangan dalam mengatasi sampah yang ada dari limbah hotel," katanya.(*)