Ganefi akan perjuangkan solusi masalah dermaga Padangbai

id Baiq Ganefi,Pelabuhan Padangbai

Anggota DPD RI Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (tengah), berdiskusi dengan jajaran ASDP dan KSOP Pelabuhan Lembar terkait kondisi arus mudik 2018. (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Saya rasa masalah tersebut harus dipikirkan bersama-sama, baik oleh DPD RI maupun semua pihak yang berkepentingan di dalam pelabuhan ini
Lombok Barat (Antaranews NTB) - Anggota DPD RI Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi asal Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat akan memperjuangkan solusi masalah keterbatasan dermaga Pelabuhan Padangbai, Bali, yang masih menjadi penghambat kelancaran arus mudik lebaran.

"Aktivitas kapal bertambah, tetapi terkendala di Padangbai. Mungkin tidak bisa menambah atau mungkin belum bisa menambah dermaga," kata Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi, ketika melakukan pengawasan arus balik pada H+3 Idul Fitri 1439 Hijriah, di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa.

Komitmen memperjuangkan solusi atas permasalahan keterbatasan dermaga di Pelabuhan Padangbai, diucapkan di hadapan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Yanus Lentanga, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Lembar M Hermawan, dan Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Lembar H Soekartajdi Anwar.

Dari hasil pengawasan, menurut Ganefi, memang tidak ada penumpukan penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Lembar, saat momen arus balik pada H+3 Lebaran 2018.

Hal itu disebabkan karena adanya KMP Legundi rute Lombok-Surabaya, sehingga mampu memecah jumlah penumpang maupun kendaraan yang dulunya harus melalui Pelabuhan Padangbai, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa.

"Hal itu luar biasa, tetapi ada beberapa masalah yang perlu dibahas, terutama dengan Pemkab Lombok Barat tentang pemanfaatan lahan oleh masyarakat, kapal-kapal kecil yang mengangkut wisatawan dan masalah keterbatasan dermaga di Pelabuhan Padangbai," ujarnya.

Khusus masalah keterbatasan dermaga, Ganefi akan menjalin komunikasi dengan anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Bali, dan Pemkab Karang Asem, agar bisa membantu mengupayakan terwujudnya penambahan dermaga di Pelabuhan Padangbai.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) NTB ini juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, sebagai lembaga yang memiliki otoritas dalam hal kepelabuhanan.

"Saya rasa masalah tersebut harus dipikirkan bersama-sama, baik oleh DPD RI maupun semua pihak yang berkepentingan di dalam pelabuhan ini," ucap Ganefi sambil menegaskan komitmennya untuk membahas masalah tersebut secara serius usai pemilihan kepala daerah serentak pada 27 Juni 2018.

Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Yanus Lentanga, mengakui bahwa jika ada masalah di dermaga Pelabuhan Padangbai, akan berakibat terhadap terganggunya aktivitas pelayaran kapal ferry dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Dermaga II Pelabuhan Padangbai mengalami kerusakan pada Selasa (5/6), sehingga menyebabkan sejumlah kapal mengalami penundaan keberangkatan dari Pelabuhan Lembar.

"Plat landasan kapal di Dermaga di Padangbai, retak dan harus diganti dan butuh waktu 24 jam, sehingga hanya satu dermaga yang beroperasi. Kondisi tersebut menyebabkan antiran kapal yang akan sandar hingga 14 jam," katanya.

Menurut dia, masalah keterbatasan dermaga di Pelabuhan Padangbai tidak bisa serta merta hanya ASDP yang memikirkan. Namun harus dengan pemerintah pusat karena kendala penambahan dermaga adalah ketersediaan lahan.

"Masalah ini sudah kami sampaikan kepada anggota DPD RI yang datang hari ini. Semoga bisa ditindaklanjuti di tingkat pusat," kata Yanus. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar