TNI-Polri berhasil memadamkan kebakaran lahan di Sumbawa

id TNI,Polri,Kebakaran Lahan,Sumbawa

Personil gabungan TNI, Polri, Petugas Damkar dan masyarakat berhasil memadamkan titik api di hotspot lahan kebun rumput gajah milik Balai Pembibitan Ternak, Hijauan, dan Makanan Ternak (BPTHMT) yang terletak di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, Kamis (15/8). (ANTARA/Nur Imansyah).

Sumbawa, NTB (ANTARA) - Personel gabungan dari Koramil 1607-01/Sumbawa dan Polsek Moyo Hilir bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa dan masyarakat berhasil memadamkan titik api di lahan kebun rumput gajah milik Balai Pembibitan Ternak, Hijauan, dan Makanan Ternak (BPTHMT) yang terletak di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis.

Dandim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara TNI, Polri, Dinas Damkar dan masyarakat dalam memadam titik api di lokasi tersebut.

"Ini patut kita syukuri bersama karena begitu ada informasi, anggota Koramil bersama Polsek dan pihak terkait langsung merespon dengan cepat sehingga kebakaran lahan tidak meluas ke tempat lain," ujar Dandim.

Baca juga: 200 hektare lahan HGU di Bima terbakar

Menurutnya, kondisi kemarau seperti ini harus disikapi bersama secara bijak oleh masyarakat khususnya pemilik lahan maupun pihak terkait untuk memperhatikan kondisi terkini lahan maupun hutan sehingga tidak terulang kembali kebakaran seperti itu.

Selain itu, Dandim Alumni Akmil 2000 tersebut juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berhati-hati membakar sampah atau pun membuang puntung rokok yang masih menyala sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang berdampak luas.

Sementara Kades Serading Burhanuddin di lokasi menyampaikan lahan terbakar yang dimiliki BPTHMT mencapai lima hektare dengan wilayah yang terbakar berada di beberapa titik hotspot, namun kondisi saat ini sudah berhasil dipadamkan.

"Terkait dengan penyebab kebakaran, kami tidak tahu pasti, karena masih dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi," katanya.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar