Pemprov Jakarta mengandeng Kedubes Belanda hidupkan kembali tur budaya

id Dinas Kebudayaan, wisata religi Jakarta, jelajah museum

Pemprov Jakarta mengandeng Kedubes Belanda hidupkan kembali tur budaya

Beberapa wisatawan domestik mengamati benteng pertahanan peninggalan kolonial Belanda di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (17/11/2023). (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Kedutaan Besar Belanda untuk menghidupkan kembali kegiatan tur wisata budaya di Ibu Kota yang sempat terhenti selama pandemi COVID-19.

"Ya, kemarin malam bertemu dengan pihak Kedutaan Belanda mereka antusias membahas tur wisata budaya ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan H Wardhana di Jakarta, Senin.

Menurut dia, ada dua paket tur yang akan diselenggarakan, yaitu paket tur walking in city dan paket wara-wiri wisata religi.

Pada paket tur walking in city ini Dinas Kebudayaan mengajak para peserta untuk mengunjungi sejumlah museum di wilayah Jakarta dengan cara berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum.

Rute yang disiapkan meliputi Museum Nasional, Museum Sejarah Jakarta, Museum Fatahillah, Museum Arkeologi Onrust Kepulauan Seribu dan sebagainya. Ia menyebutkan tur akan berlangsung selama satu hari penuh setiap Minggu. Selama perjalanan peserta akan didampingi oleh pemandu dari Dinas Kebudayaan dan pihak kedutaan.

Hal demikian dilakukan supaya masyarakat bisa mengenal lebih dekat budaya dan sejarah Jakarta, khususnya yang berkaitan dengan sejarah kolonial.

"Mudah-mudahan resminya akan dimulai pada bulan Desember 2023," kata dia.

Untuk paket wara-wiri wisata religi para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi religi di Jakarta.

Pelaksanaan kegiatan tur ini akan dipegang oleh setiap Suku Dinas Kebudayaan, dan Pariwisata di kota administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Ia mencontohkan tentang Jakarta Timur yang memiliki situs wisata religi cukup lengkap mulai dari Wihara Amurya Bumi, Pura Aditya Jaya, Gereja Santo Yoseph yang berusia 100 tahun, dan Masjid Jami Assalafia.

Baca juga: Renovasi Sentra Kuliner Wisata Ampenan NTB hampir rampung
Baca juga: Ternate lakukan ritual "turun pasir" di objek wisata Sulamadaha


Hanya saja, Iwan menyebutkan, kegiatan tur paket wara-wiri wisata religi ini berbeda dari sebelumnya karena akan lebih difokuskan untuk kalangan pelajar dan mahasiswa nasional.

"Harapannya melalui kegiatan ini anak muda kita bisa mengenal lebih jauh tentang budaya dan sejarah Jakarta-Belanda dan bisa melihat Jakarta sebagai pusat peradaban besar di nusantara," katanya.