Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan semua aparatur sipil negara (ASN) untuk melaksanakan gotong royong membersihkan sampah di Taman Tastura maupun di lingkungan kantor dalam rangka hari Peduli Sampah Nasional 2025.
"Banyak sampah yang dibuang sembarangan di Taman Tastura Praya menandakan ramai dikunjungi wisatawan," kata Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Jumat.
Taman yang menjadi ikon di Kota Praya, kebersihan harus tetap dijaga, sehingga wisatawan atau pengunjung yang datang merasa aman dan nyaman.
"Kebersihan itu yang paling utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemkab Lombok Tengah bersihkan sampah jaringan irigasi antisipasi banjir
Selain itu bupati juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak menumpukkan sampah di selokan, karena bisa menimbulkan penyakit, terutama di musim penghujan ini.
“Jadi kami imbau para pedagang terutama pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya," katanya
Ia mengatakan sarana dan prasarana pendukung di Taman Kota Praya ini telah dibangun, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Namun, pihaknya berharap kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa menjaga infrastruktur yang telah dibangun, agar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi.
"Fasilitas di Taman Tastura Praya ini telah dibangun, semoga bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Baca juga: Kurangi sampah, Pusat daur ulang di Lombok Tengah dimaksimalkan
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sungkul mengatakan anggaran pembangunan penataan Alun-alun Tastura Praya ini Rp5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Kementerian Pariwisata Republik Indonesia 2024.
"Dana penataan Alun-alun Tastura Praya Rp5 miliar," katanya.
Ia mengatakan penataan Alun-alun Tastura Praya ini diharapkan bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga penataan kawasan ini diharapkan bisa berkelanjutan.
"Semua destinasi wisata harus ditata, sehingga kunjungan wisatawan bisa meningkat di Lombok Tengah," katanya.
Baca juga: Kodim Lombok Tengah mengajak masyarakat bersihkan Pantai Kuta
Baca juga: Prajurit TNI Lombok Tengah bersihkan sampah di Pasar Puyung
Baca juga: DLH sisir sisa sampah ajang MotoGP di Mandalika Lombok Tengah
Baca juga: Sampah dari dulu sampai sekarang; mengurai masalah sampah dari rumah