Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu menertibkan sejumlah siswa yang berkeliaran di luar jam sekolah melalui patroli gabungan, Rabu (10/9).
Patroli ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Sosial, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Kabupaten Dompu, Yayat Nurhidayat, mengatakan kegiatan patroli tersebut digelar sebagai langkah preventif mencegah kenakalan remaja serta pengaruh negatif yang dapat merugikan anak-anak sekolah.
"Patroli dilakukan untuk mencegah kenakalan remaja dan mengurangi pengaruh negatif yang dapat merugikan siswa," ujarnya di Dompu.
Baca juga: Siswa di Dompu dipulangkan saat unjuk rasa di Kantor DPRD
Dalam pelaksanaannya, petugas menertibkan siswa yang terjaring, mendata identitas, serta meminta keterangan alasan mereka berada di luar sekolah saat jam pelajaran. Setelah itu, pihak sekolah dan orang tua dipanggil untuk ikut melakukan pembinaan bersama.
"Sebagai sanksi ringan, siswa yang terjaring diberikan hukuman edukatif berupa pembuatan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan, hormat bendera, atau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya," ujarnya.
Yayat menjelaskan, patroli pembinaan ini juga bertujuan membentuk karakter generasi muda Dompu agar tumbuh menjadi generasi emas serta terhindar perilaku menyimpang atau pelanggaran hukum.
“Kami mohon dukungan masyarakat dan orang tua untuk ikut serta mengawasi serta mendidik anak-anak kita," tutupnya.
Baca juga: STM cegah kekerasan remaja lewat seminar siswa di Dompu
Baca juga: Oknum kepala sekolah cabuli siswinya, puluhan warga di Dompu blokir jalan