Dari Martabak dan Terang Bulan, warga Dasan Agung antarkan anaknya jadi sarjana

id Martabak,Terang Bulan

Dok (Erwin Junandi (KIM Selaparang))

"Alhamdulillah, dari usaha ini saya bisa menyekolahkan anak hingga lulus di negeri Yaman"
Mataram (ANTARA) - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, selain sebagai pusat pemerintahan juga menjadi pusat kuliner. Salah satu jajanan yang cukup familiar yakni martabak dan terang bulan. 

Ternyata kedua jajanan ini menjadi jalan sukses hidup bagi sebagian warga Gapuk Dasan Agung Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Seorang warga Dasan Agung yang sudah puluhan tahun  menggeluti usaha martabak dan terang bulan, Jamanik mengaku ada perubahan besar dalam hidupnya. 

Setelah menikah, ia memulai usaha martabak dan terang bulan. Hasilnya lumayan. Namun hal itu sebanding dengan jam kerja yang mencapai 15 - 20 jam.  Mulai belanja ke pasar, menyiapkan bahan hingga pulang jualan larut malam. "Alhamdulillah, dari usaha ini saya bisa menyekolahkan anak hingga lulus di negeri Yaman," katanya.

Warga lainnya, Burhanudin  mengaku dari usaha berjualan martabak dan terang bulan dirinya bisa menyekolahkan anaknya hingga S2 di Universitas Malang. 

"Alhamdulillah, anak saya sekarang menjadi ketua Somasi NTB," jelasnya. 

Hal senada diungkapkan, H Mahmudin. Dari usaha berjualan martabak dan terang bulan, dirinya  bisa menyekolahkan putra-putrinya hingga menjadi polisi kelautan, perawat, guru, serta mengirim putra bungsunya menimba ilmu di kota suci Mekkah. 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar