Sempat kejar-kejaran dengan polisi, pemanah misterius ditangkap

id Pemanah

Sempat kejar-kejaran dengan polisi, pemanah misterius ditangkap

Tim PUMA Polres Dompu berhasil menangkap dua pemuda berinisial MF (17) asal Kelurahan Bada dan MCH (16) asal kelurahan Potu, Kabupaten Dompu, Kamis (13/8) sekitar pukul 14.00 Wita.

Dompu (ANTARA) - Tim PUMA Polres Dompu berhasil menangkap dua pemuda berinisial MF (17) asal Kelurahan Bada dan MCH (16) asal kelurahan Potu, Kabupaten Dompu, Kamis (13/8) sekitar pukul 14.00 Wita.

Keduanya adalah pelaku pemanah misterius yang dicari-cari polisi setelah memanah korbannya Ikdar Saputra di jembatan Simpasai pada Rabu (12/8) malam sekitar pukul 22.30 Wita.

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SIK melalui PS Paur Humas Aiptu Hujaifah, di Dompu, Kamis, mengatakan, kedua terduga ditangkap oleh Tim PUMA Polres Dompu di waktu dan tempat berbeda. 

“MF ditangkap di rumahnya di Kelurahan Bada, sedangkan MCH ditangkap di So Jero Desa Kareke Kecamatan Dompu,” ungkapnya.

Baca juga: Pemanah misterius kembali beraksi di Dompu, seorang remaja tertancap panah di punggungnya

Dijelaskan Hujaifah, pada saat penangkapan, Tim PUMA sempat menggrebek rumah MF di Kelurahan Bada sekitar pukul  04.00 Wita dini hari tadi, tetapi MF berhasil meloloskan diri melalui pintu belakang.

Tim PUMA kemudian terus memantau rumah MF dan berhasil membekuknya saat ia pulang ke rumah pada pukul 13.30 Wita.

Dari informasi MF, polisi mengembangkan kasus ini dan mencari satu terduga lainnya yang terlibat yaitu MCH. 

Setelah mendapat informasi A1 tentang keberadaan MCH, Tim PUMA bergerak dan menangkapnya di So Tolo Jero Desa Kareke Kecamatan Dompu.

“Sempat terjadi kejar-kejaran dengan MCH, namun Tim PUMA berhasil membekuk terduga,” katanya.

Kini kedua terduga diamankan di Mapolres Dompu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Perbuatan keduanya memanah korbannya sangat meresahkan warga, keluarga korban meminta keduanya dihukum sesuai aturan agar tidak ada lagi aksi serupa.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar