Kemenparekraf gandeng swasta kembangkan 14 desa wisata

id kemenparekraf,desa wisata,sandiaga uno,danone

Kemenparekraf gandeng swasta kembangkan 14 desa wisata

Wisatawan menikmati suasana objek wisata Tanah Lot, di Tabanan, Bali, Jumat (20/1/2023). Situs perjalanan TripAdvisor melalui penghargaan TravelersÕ Choice Award 2023 menobatkan Bali sebagai destinasi wisata terpopuler kedua di dunia. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) menggandeng pihak swasta untuk mengembangka 14 desa wisata. "Industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang paling terdampak saat pandemi. Dalam mendorong geliat sektor pariwisata, seluruh komponen dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif perlu bergerak bersama-sama untuk menggarap semua potensi dan peluang yang ada sejalan dengan strategi kami, 3G, yaitu Gerak Cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber) dan Gaspol (Garap semua potensi dan peluang yang ada)," kata Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dalam keterangan pers pada Rabu.

Tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara (Desa Lumban Bulbul, Toba), Jawa Barat (Desa Pancawati, Bogor, Kampung Adat Banceuy, Desa Pesanggrahan, Desa Cibeusi, Subang), Jawa Tengah (Desa Blederan, Desa Tanjunganom, Wonosobo), Yogyakarta (Desa Karangasem, Kulon Progo), Jawa Timur (Desa Jatiarjo, Pasuruan), Bali (Desa Kintamani, Bangli, Desa Belok Sidan, Desa Bongkasa Pertiwi, Badung), dan Sulawesi Utara (Desa Lihunu, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara).

Ruang lingkup kerja sama tersebut di antaranya mencakup pemanfaatan dan pertukaran data dan/atau informasi, pelaksanaan dukungan sarana dan prasarana, pendampingan dan penguatan tata kelola, pelestarian lingkungan dan/atau keanekaragaman hayati, edukasi dan pengelolaan sampah, serta kegiatan kerjasama lain yang dapat mendukung pertumbuhan desa wisata.

Hal itu membutuhkan tim solid yang resilien, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadirkan inovasi, termasuk menjalin kerja sama lintas sektor, kata Sandi.

"Kami sangat menyambut baik dukungan Danone Indonesia dalam membantu pengembangan desa wisata karena dukungan ini akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian nasional."

Baca juga: Puluhan "hammock" terpasang di objek wisata "Giong Siu" Mataram
Baca juga: Pemkab Ngada apresiasi dukungan BPOLBF pengembangan desa wisata


Geliat pariwisata tanah air mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor Pariwisata 2023 diperkirakan mencapai 4,3 persen. Melalui program pengembangan desa wisata maka pihak swasta akan turut berkontribusi terhadap pemulihan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat serta turut melestarikan lingkungan dan sumber daya alam.

“Kami percaya dibutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan untuk dapat menyelesaikan beragam isu yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Dan kami percaya sektor swasta dapat memainkan peran lebih jauh sebagai tenaga pendorong bagi tercapainya seluruh agenda pembangunan nasional. Kami berkomitmen untuk senantiasa memainkan peran aktif dan berada di depan untuk mendukung tercapainya agenda tersebut khususnya melalui akses nutrisi dan hidrasi yang sehat serta inisiatif dan inovasi keberlanjutan yang kami lakukan," kata Connie Ang, Chief Executive Officer Danone Indonesia.
 

 
Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2023