Masyarakat jaga daya tahan tubuh cegah penyakit musim kemarau

id Dinkes Bantul ,Jaga daya tahan tubuh ,Cegah penyakit musim kemarau

Masyarakat jaga daya tahan tubuh cegah penyakit musim kemarau

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat agar selalu menjaga daya tahan tubuh untuk menghindari dan mencegah penyakit atau masalah kesehatan yang berpotensi terjadi pada musim kemarau saat ini.

"Kami harapkan masyarakat selalu mewaspadai adanya perubahan cuaca yang tidak menentu di musim kemarau ini, harapannya dengan kondisi tersebut masyarakat bisa menambah atau menjaga daya tahan tubuh," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Tri Widiyantara di Bantul, Rabu.

Dia mengatakan, masyarakat bisa menjaga daya tahan tubuh dengan selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang, sayur sayuran, dan makan makanan yang mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

"Kemudian kedua bisa memproteksi diri sendiri agar terhindar dari penyakit yang mungkin terjadi di musim kemarau ini dengan menggunakan masker ketika berada di tempat banyak debunya, jadi masker selalu dipakai tidak hanya pada waktu ada COVID-19," katanya.

Dia juga berharap, masyarakat juga agar mengkonsumsi air yang memenuhi syarat syarat kesehatan, kalaupun harus mengambil air di sumber air, cari sumber air yang layak konsumsi supaya tetap memenuhi air bersih yang memenuhi syarat syarat kesehatan. "Jadi walaupun di sebagian wilayah masyarakat sulit untuk mendapatkan air, kita harapkan air yang memenuhi syarat kesehatan ini yang dikonsumsi masyarakat," katanya.

Lebih lanjut dia, mengatakan, penyakit atau masalah kesehatan yang berpotensi terjadi saat musim kemarau akibat kondisi lingkungan yang kering, banyak debu ini diantaranya penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan, misal batuk, pilek, influenza infeksi saluran pernapasan atas.

Baca juga: BRIN rancang vaksin oral untuk hepatitis
Baca juga: Perlu kajian mendalam efektivitas vaksin antraks di Sumbar


Selain itu, kata dia, potensi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti diare, muntaber, akibat makanan yang terkena debu yang mengandung kuman ikut dikonsumsi dan tertelan. "Kemudian karena banyak debu beterbangan tentunya juga terkait dengan penyakit mata, debu yang masuk ke mata menyebabkan iritasi mata. Langkah antisipasinya dengan selalu menggunakan kacamata bila berada di daerah yang banyak debu," katanya.