Panggung F8 sudah dilirik dunia internasional sejak 2016

id Wali Kota Makassar, Panggung F8, sudah dilirik, dunia internasional, sejak 2016

Panggung F8 sudah dilirik dunia internasional sejak 2016

Miss Universe Laos Christina Lasasimma tampil di panggung fashion show F8 Makassar memakai gaun rancangan dari desainer Laos dan Singapura, Jumat (27/8/2023). ANTARA/HO/Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan panggung  International Eight Festival and Forum ( F8) Makassar sejak digelar pertama pada 2016 sudah mulai dilirik oleh dunia internasional dan pelaksanaan even pada 2023 juga banyak diikuti dari negara-negara sahabat.

"Intinya kita membangun kolaborasi, keterlibatan dari negara-negara sahabat itu bisa dijadikan acuan bagaimana mengembangkan kualitas kita seperti pada panggung fashion, film yang tahun ini banyak dari mancanegara," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Pada penampilan fashion show di Festival F8, designer asal Laos Bandid Lasavong memamerkan beberapa karyanya selama beberapa malam di panggung fashion show tersebut.

Miss universe Laos Christina Lasasimma tampil menggunakan busana look fashion kasual formal menggunakan blazer dan rok putih hingga mata kaki.

Chiristina Las membawakan salah satu koleksi fashion Bandid dengan karakter casual smart. Chrisrina Las tampil bersama dua belas model pria yang menggunakan look tuksedo etnik berbeda karya Bandid.

Sebelumnya, Christina Lass juga telah tampil membawakan fashion dari desainer beberapa negara Asia.

Sementara pada pembukaan hari pertama, Rabu (23/08) malam, Christina juga tampil menggunakan busana karya Desainer Singapura, Heyden, dengan look simpel berwarna hitam putih.

Lalu, Christina Las kembali tampil di panggung fashion show hari kedua, Kamis (24/8). Miss Universe Laos besutan 2020 ini tampil mengenakan dress selurut berwarna merah muda dengan motif bunga karya Designer Wanita Asal Malaysia, Even Ong.

Selain karya-karya dari mancanegara, karya lokal Makassar juga mendapat apresiasi seperti yang ditampilkan desainer dari Asosiasi IFC Tia Hidayat dengan 12 model terdiri dari laki-laki dan perempuan mengenakan dress muslimah hitam hingga mata kaki dipadukan dengan kain tenun sutra berwarna merah, hijau, dan kuning.

Baca juga: Ratusan anak tampil Jember Fashion Carnival Kids
Baca juga: Sebanyak 10 perancang busana lokal tampil di Bali Fashion Parade 2023


Juga tiga desainer dari Asosiasi APPMI Sulawesi selatan yaitu Mimi Nasution, Itja Ahmad, dan Irwandi dengan ragam karya busana seperti busana muslimah, gaun pesta, hingga busana pria yang dipadukan dengan corak lontara di atas kain silk, terdapat pula kombinasi sutra yang memberi khasan kentalnya etnik fashion Kota Makassar.