Mataram, 4/6 (ANTARA) - Produksi tembakau virginia di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 66 persen dari produksi nasional telah menghasilkan devisa untuk negara sebesar Rp9,7 triliun.
Asisten II (Bidang Ekonomi Pembangunan) Setda NTB, Mohammad Nur, mengemukakan hal itu saat mewakili Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi, pada Rapat Koordinasi Bidang Ekonomi Anggota MPU (Mitra Praja Utama), yang berlangsung di Mataram, Kamis.
"NTB merupakan daerah penghasil tembakau virginia terbesar di Indonesia dan telah menyumbang devisa sekitar Rp9,7 triliun," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam tiga tahun terakhir produksi rata rata tembakau virginia NTB terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan seiring dengan perluasan areal tanam,
Produksi tembakau virginia NTB Tahun 2006 mencapai 31.507 ton dengan luas areal 19.873 hektare (ha), tahun 2007 mencapai 33.046 ton dengan areal 17.124 ha, dan tahun 2008 mencapai 46.824 ton dengan areal 22.824 ha.
Industri perkebunan tembakau virginia di wilayah NTB melibatkan 14 ribu Kepala Keluarga (KK) yang menghidupi sekitar 70 ribu orang.
Namun, kontribusi NTB dalam bentuk devisa negara yang mencapai Rp9,7 triliun itu belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani tembakau di daerah tersebut.
"Karena itu, solusi yang paling diharapkan yakni adanya lembaga penjamin kredit bagi UMKM agar bagi mereka yang tidak memiliki agunan untuk dijaminkan tetap dapat meraih permodalan dari pemerintah maupun perbankan," ujarnya.
Nur mengatakan, di masa krisis finansial global sekarang ini para pengelola UMKM sangat mengharapkan kebijakan pemerintah untuk mengakses permodalan dari lembaga perbankan.
Salah satu sumber permodalan untuk dana perkuatan UMKM bersumber dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, yang masih terus bergulir sejak tahun 2000.
Sampai tahun 2008, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menggulirkan perkuatan modal sebesar Rp143,78 miliar lebih untuk 942 unit koperasi.
Sementara dukungan dana APBD Provinsi NTB mencapai Rp8,192 milyar untuk 410 Koperasi.
Dalam triwulan I tahun 2009, sebanyak 15 BUMN dari 21 BUMN yang ada di wilayah NTB, telah menyalurkan dana perkuatan modal sebesar Rp74,74 miliar lebih kepada 5.798 UMKM.
Sedangkan koperasi yang mendapat perkuatan modal usaha dari lembaga perbankan sejauh ini telah mencapai 7.150 unit dari total 544.603 unit koperasi dan usaha kecil menengah di wilayah NTB.(*)