ASDP tambah jadwal penyeberangan lintas Lombok-Surabaya

id ASDP Lembar,KMP Legundi

KMP Legundi sandar di dermaga Pelabuhan Lembar. (Foto Antaranews NTB/ist)

Penambahan jadwal penyeberangan mulai berlaku sejak 1-31 Juni 2018
Lombok Barat (Antaranews NTB) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar menambah jadwal penyeberangan menggunakan KMP Legundi dari Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dari dua menjadi tiga kali sepekan.

"Penambahan jadwal penyeberangan mulai berlaku sejak 1-31 Juni 2018. Kami hanya bisa menambah satu kali karena perjalanannya membutuhkan waktu tempuh 18 jam, baik dari Lombok maupun Surabaya," kata Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Wildan Jazuli, di Lombok Barat, Kamis.

Ia menyebutkan tambahan jadwal penyeberangan rute Lombok-Surabaya berlaku pada Rabu, sedangkan jadwal normal pada Senin dan Jumat. Untuk tambahan jadwal penyeberangan dari Surabaya berlaku pada Selasa, sedangkan normalnya pada Sabtu dan Kamis.

Penambahan jadwal penyeberangan tersebut dilakukan karena jumlah pemudik menuju Surabaya diperkirakan meningkat sebesar 10 persen pada Idul Fitri 1439 Hijriah.

Lebih lanjut, Wildan menambahkan jadwal penyeberangan rute Lombok-Surabaya dan sebaliknya tersebut sudah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

"Kami mengajukan permohonan penambahan jadwal sejak 30 hari sebelumnya, dan permohonan tersebut mendapat persetujuan," ujarnya.

Selain penambahan jadwal penyeberangan, ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar juga memaksimalkan kapasitas muat penumpang KMP Legundi hingga 1.200 orang, dari kapasitas 700 orang.

Namun untuk kapasitas muat kendaraan bermotor tidak ada perubahan. Misalnya, kapasitas muat kendaraan roda empat jenis mini bus maksimal 150 unit, sedangkan mobil truck 35 unit.

"Peningkatan arus mudik menggunakan KMP Legundi diperkirakan mulai melonjak pada Senin (11/6). Kalau sekarang rata-rata masih 600 penumpang. Sudah ada sedikit peningkatan dibanding normalnya rata-rata 300 orang," kata Wildan menyebutkan.

KMP Legundi yang merupakan kapal laut buatan anak negeri tersebut mulai beroperasi melayani penyeberangan jarak jauh lintas Surabaya-Lombok pada 1 Desember 2016.

Pengoperasikan kapal ferry tersebut sebagai bentuk komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mendukung penurunan biaya tinggi logistik dan pengembangan sektor pariwisata melalui layanan feri jarak jauh. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar